• Selasa, 24 Mei 2022

Gibran dan Kaesang Dilaporkan ke KPK, Kenapa?

- Senin, 10 Januari 2022 | 20:35 WIB
Ilustrasi Gedung KPK. Sebanyak 12 mantan pegawai KPK menolak untuk menerima tawaran untuk menjadi ASN Polri. (Instagram.com/@officialkpk)
Ilustrasi Gedung KPK. Sebanyak 12 mantan pegawai KPK menolak untuk menerima tawaran untuk menjadi ASN Polri. (Instagram.com/@officialkpk)

KLIKANGGARAN -- Kini ramai diperbincangkan publik terkait kabar dilaporkannya dua anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan terhadap Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep itu dilayangkan oleh dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang juga aktivis '98, Ubedilah Badrun.

Ubedillah Badrun menyebutkan laporan terhadapa Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis.

Ubedillah Badrun juga memgungkapkan keterdugaan Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep terlibat dalam kasus pembakaran hutan.

Baca Juga: Fenomena Orangtua Mengunggah Foto dan Video Anak ke Medsos, Berbahayakah?

"Laporan ini terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) berkaitan dengan dugaan KKN relasi bisnis anak Presiden dengan grup bisnis yang diduga terlibat pembakaran hutan," ungkap Ubedilah pada Senin, 10 Januari 2022.

Ubedilah mengungkapkan bahwa kejadian itu berawal dari tahun 2015 ketika ada perusahaan besar bernama PT SM yang sudah menjadi tersangka pembakaran hutan dan dituntut oleh Kementerian Lingkungan Hidup dengan nilai Rp 7,9 triliun.

Tetapi, Mahkamah Agung (MA) hanya mengabulkan tuntutan senilai Rp 78 miliar.

"Itu terjadi pada Februari 2019 setelah anak Presiden membuat perusahaan gabungan dengan anak petinggi perusahaan PT SM," ungkap Ubedilah.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X