• Rabu, 29 Juni 2022

Menyusul Pernyataan Keras Ahok, CBA: Segera Gelar Penyelidikan Mega Proyek RDMP Balikpapan

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 07:30 WIB
CBA mendorong aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan atas pelaksanaan mega proyek RDMP Pertamina Balikpapan (Dok.CBA/Jajang)
CBA mendorong aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan atas pelaksanaan mega proyek RDMP Pertamina Balikpapan (Dok.CBA/Jajang)

Jakarta, Klikanggaran.com - Center for Budget Analysis (CBA) mendorong aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan atas pelaksanaan mega proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Sejumlah temuan hasil audit BPKP sangat mengkhawatirkan dan jika benar dan dibiarkan, berpotensi merugikan keuangan Pertamina dan negara.

Demikian diungkapkan Koordinator CBA Jajang Nurjaman kepada wartawan, Jumat (8/10/2021) malam.

"Adanya peningkatan nilai kontrak dari awalnya total sebesar USD 6,5 miliar menjadi sekitar USD 7 miliar, hal ini sangat janggal. Serta, saat proyek berjalan, pimpinan konsorsium pelaksana proyek SK Energy mengundurkan diri dan kemudian Pertamina menunjuk Hyundai EC sebagai pengganti pimpinan konsorsium tanpa tender ulang. Ini tentu menambah rentetan keganjilan pada Proyek Strategis Nasional ini," beber Jajang.

Baca Juga: Emma Raducanu Kalah dari Petenis Peringkat 100 Dunia di Pertandingan Pertama setelah Kemenangan AS Terbuka

Di sisi lain, lanjut Jajang, Hyundai EC ternyata juga sebagai pimpinan konsorsium pemenang tender Design Build Competition (DBC) proyek Pembangunan Kilang TPPI Olefin Tuban. Total nilai proyek ini fantastis, tak kurang dari senilai Rp 50 triliun. Belakangan, dalam pelaksanaannya, muncul berbagai kejanggalan dan ditengarai bermasalah.

"Kejanggalan pelaksanaan mega proyek RDMP Balikpapan tentunya semakin menambah catatan buruk Pertamina. Sebagaimana diketahui, sampai saat ini total hutang jangka panjang dan jangka pendek Pertamina saat ini sudah mencapai sekitar USD 17 miliar. Tentu ini menurut kami sangat berat bagi Pertamina," ungkap Jajang.

Sehingga, dari sejumlah persoalan tersebut bisa berujung pidana dan gugatan perdata akibat adanya dugaan perbuatan melawan hukum.

Baca Juga: BAGAS Deklarasikan Dukungan Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo Capres 2024

Pernyataan Keras Ahok

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X