• Rabu, 29 Juni 2022

Pernyataan Keras Ahok Soal RDMP Balikpapan, Ekonom: Penegak Hukum Diminta Serius Perhatikan

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 15:04 WIB
Sikap tegas Ahok mendapat sambutan ekonom (Dok.Instagram/@basukibtp)
Sikap tegas Ahok mendapat sambutan ekonom (Dok.Instagram/@basukibtp)

Jakarta, Klikanggaran.com - Seperti diketahui, Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama yang biasa disapa Ahok, telah mengeluarkan pernyataan keras terhadap Konsorsium Kontraktor EPC Kilang RDMP Balikpapn di berbagai media.

Ahok mengeluarkan pernyataan itu setelah berkunjung ke Kilang Balikpapan pada Senin 27 September 2021. Pernyataan Ahok pun telah telah dikutip oleh banyak media dari akun instagram @Basukibtp.

Pesan Ahok sangat tegas. Pertama agar konsorsium kontraktor menyelesaikan pembangunan dengan kualitas baik. Kedua, jangan molor sesuai target. Untuk fase pertama harus selesai pada tahun 2024, meskipun perencanaan awal akan beroperasi pada tahun 2023. Ahok ingin proyek ini selesai dengan segala konsekwensinya, tetapi harus tetap sesuai aturan dan asas keadilan.

Baca Juga: Ditanya Netizen Soal Tugasnya di Pertamina, Ahok: Reputasi di Atas Harta Kekayaan

Pesan ketiga Ahok secara tegas melarang adanya tambahan biaya yang bisa merugikan Pertamina maupun nilai keekonomian proyek ke depannya, meskipun faktanya telah terjadi peningkatan nilai capital expenditure (capex) cukup signifikan.

Diduga, pernyataan keras Ahok itu dilandasi temuan terbaru dari lembaga pemeriksa BPKP yang baru selesai melakukan audit terhadap proyek RDMP. Konon kabarnya hasil audit telah dipresentasikan kepada Dewan Direksi dan Dewan Komisaris Pertamina beberapa hari sebelum Ahok berkunjung ke kilang Balikpapan.

Konon kabarnya lagi, dari bisik-bisik kalangan internal Pertamina, telah ditemukan tiga hal penting dari hasil audit yang kabarnya bisa berujung ke proses penegakan hukum. Bahkan bisa juga berujung keluarnya rekomendasi penghentian pekerjaan.

Baca Juga: Ahok Bersikap Tegas, Netizen: Enak Mana Pak, Ngurus Pertamina atau Jakarta?

Terkait pernyataan Ahok tersebut, Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori, menyatakan, sinyalemen atau mungkin temuan yang disampaikan oleh Komisaris Utama BUMN PT. Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok harus segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X