• Selasa, 28 Juni 2022

CBA Soroti 416 Proyek Pengadaan di Sekretariat DPRD Bogor Tahun 2022, Rawan Penyelewengan!

- Rabu, 27 April 2022 | 07:53 WIB
Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi CBA (Dok. Istimewa)
Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi CBA (Dok. Istimewa)

KLIKANGGARAN-- Sebanyak 416 paket proyek di Sekretariat DPRD Kabupaten Bogor mendapat perhatian dari Center for Budget Analysis (CBA).

Adapun paket 416 proyek yang disorot CBA tersebut, yakni proyek pengadaan Sekretariat DPRD Kabupaten Bogor tahun anggaran 2022.

Menurut CBA, paket-paket proyek tersebut seluruhnya dilakukan melalui metode pengadaan langsung dan penunjukan langsung, tanpa melalui metode lelang elektronik atau e-purchasing.

"Yang lebih mengkhawatirkan lagi terdapat 39 proyek Sekretariat DPRD Kabupaten Bogore dengan nilai lebih dari Rp 200 juta yang dijalankan dengan metode pengadaan langsung," kata Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman dalam keterangannya diterima Klikanggaran.com, Rabu, 27 April 2022.

Hal tersebut, kata Jajang sangat rawan penyelewengan, karena sesuai aturan nilai proyek pengadaan langsung tidak boleh melebihi Rp200 juta.

"Berdasarkan Perpres No.12 tahun 2021 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah pada pasal 1 ayat 41, Pengadaan langsung Barang Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya adalah metode pemilihann untukmendapatkan Penyedia Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya yang bernilai paling banyak Rp200.000.000," paparnya.

Salah satu contoh proyek dengan nilai di atas Rp200 juta yang dilakukan melalui pengadaan langsung di Sekretariat DPRD Kabupaten Bogor adalah belanja langganan Jurnal/Surat Kabar/Majalah padahal pagunya Rp544.793.700.

"Ada juga pengadaan jasa iklan/reklame, film dan pemotretan dengan pagu Rp2.630.000.000, meskipun nilainya jauh di atas Rp 200 juta lagi-lagi Sekretariat DPRD Kabupaten Bogor menggunakan metode pengadaan langsung," ulasnya.

Sesuai aturan, selain metode pengadaan langsung atau penunjukan langsung pemerintah dapat melakukan tender melalui lelang elektronik atau e-purchasing. Metode ini lebih aman dilakukan dibandingkan karena pejabat tidak bisa seenaknya mengatur pelaksana proyek dan dapat diperoleh harga yang efisien.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X