• Rabu, 8 Desember 2021

K-MAKI: Ada Apa dengan Kisruh Holding PT Pupuk Indonesia

- Kamis, 25 November 2021 | 16:09 WIB
Aktivis antikorupsi Sumsel, Ir Feri Kurniawan (Dok.Klikanggaran.com/BudiS)
Aktivis antikorupsi Sumsel, Ir Feri Kurniawan (Dok.Klikanggaran.com/BudiS)

"Apakah karena ingin terlibat dalam kerugian sekitar Rp1,7 triliun yang diduga terjadi di PT Rekayasa Industri/Rekind anak usaha PT Pupuk Indonesia Dirkeu Holding undur diri", tanya Feri.

Beredar isu tak sedap kerugian ini akibat bisnis Holding PT Pupuk Indonesia dengan kakak Menteri BUMN yakni Garibaldi Thohir pada proyek pembangunan pabrik amonia di Banggai, tetapi isu ini menurut Feri perlu pembuktian.

"Namun yang pasti dalam setahun direktur keuangan berganti nyaris tiga kali. November 2020, Eko Taufik Wibowo menggantikan Indarto Pamoengkas. Delapan bulan kemudian (Juli 2021), Eko digantikan Listiarini Dewajanti.

Baca Juga: Kasus Pengeroyokan di Depan Hotel Resinda, Karawang: 1 Meninggal dan 7 Diamankan Polisi

Menurut Feri, urusan pupuk adalah urusan sensitif yang menyangkut subsidi langsung pemerintah Rp25 triliun per tahun. Anehnya terjadi kenaikan harga pupuk subsidi yang diduga karena core bisnis damping harga ekspor pupuk.

Pembangunan pabrik amonia senilai US$ 830 juta adalah fakta yang jelas berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu Atas Pengendalian Biaya dan Manajemen Proyek Tahun 2016, 2017, dan 2018 pada PT Rekayasa Industri No. 15/AUDITAMA/VII/PDTT/06/2020 tanggal 10 Juni 2020.

Restatement atau penyajian kembali dalam Laporan Keuangan Pupuk Indonesia Tahun 2020 dimana Laba tahun 2019 sebesar Rp3,7 triliun diubah menjadi Rp2,9 triliun.

Baca Juga: Penyedia Layanan Internet, PT Indosat Mega Media atau IM2 Akhir November Tutup, Kenapa Ditutup?

Agreement antara PAU dan Rekind tanggal 12 Agustus 2020 yang diteken oleh Chander Vinod Laroya (Presdir PAU) dan Yanuar Budinorman (Dirut Rekind) terkesan menyepakati berhentinya segala langkah hukum arbitrase maupun laporan pidana.

"KPK selaku institusi terdepan pemberantasan korupsi entah kenapa sepertinya diam membisu," Feri mengakhiri.***

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rilis KMAKI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X