• Selasa, 18 Januari 2022

Deforestasi versi Jokowi Dinilai Walhi Berkontradiksi dengan Apa yang Terjadi di Jabar

- Jumat, 5 November 2021 | 20:03 WIB
Presiden dan rombongan tiba kembali di tanah air, Jum'at, 5 November 2021 (Instagram/@setkab)
Presiden dan rombongan tiba kembali di tanah air, Jum'at, 5 November 2021 (Instagram/@setkab)

KLIKANGGARAN-- Dalam Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin dunia tentang perubahan Iklim atau COP26 di Scotish Campus, Skotlandia awal November 2021 lalu, Presiden Joko Widodo menyampaikan hal-hal terkait deforestasi.

Arti deforestasi yang disampaikan Presiden Joko Widodo adalah kegiatan penebangan hutan untuk dipergunakan untuk penggunaan non hutan.

Presiden Joko Widodo menilai laju deforestasi hutan turun drastis dalam 20 tahun terakhir.

Namun begitu, pernyataan Presiden Joko Widodo tersebut pada kenyataannya dinilai tidak cocok untuk daerah Jawa Barat.

Baca Juga: Natalius Pigai Geram sebab DPR Tidak Akan Membahas Dugaan Pelanggaran HAM Jenderal Andika Perkaka

Mengutip Pikiran-rakyat.com dalam artikel yang berjudul "Khotbah Jokowi tentang Deforestasi Dinilai Kontradiksi dengan Kenyataan, Luas Hutan di Jabar Disorot Walhi", Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai itu bertolak belakang dengan kenyataan di Jawa Barat.

"Memang pernyataan itu kontradiksi dengan apa yang terjadi di Jabar," kata Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Meiki W Paendong, saat dihubungi, Jumat, 5 November 2021.

Dari data Walhi Jabar umpamanya, luas hutan di Jawa Barat pada 1999 yang mencapai 252.604 hektare, pada 2019, kini tinggal 147.751 hektare.

Baca Juga: Implementasikan Kebijakan KLA, Pemda Sigi Provinsi Sulteng Kunjungi Luwu Utara

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Nusantara Adalah Nama Ibu Kota Baru Indonesia

Senin, 17 Januari 2022 | 14:58 WIB

Sudah Tahu Daftar Hari Libur Tahun 2022?

Sabtu, 1 Januari 2022 | 16:35 WIB
X