• Sabtu, 10 Desember 2022

Ramai Petisi TUNTUT ARTERIA DAHLAN MINTA MAAF TERHADAP PENUTUR BAHASA SUNDA, Apa Isinya?

- Kamis, 20 Januari 2022 | 06:30 WIB
Muncul petisi agar Arteria Dahlan minta maaf di change.org (www.change.org)
Muncul petisi agar Arteria Dahlan minta maaf di change.org (www.change.org)

KLIKANGGARAN -- Beredar petisi 'TUNTUT ARTERIA DAHLAN MINTA MAAF TERHADAP PENUTUR BAHASA SUNDA' di change.org.

Petisi tersebut jelas tertuju pada pernyataan Arteria Dahlan beberapa waktu lalu yang mengkritik Kejati karena menggunakan bahasa Sunda.

Tidak hanya mengkritik, Arteria Dahlan bahkan meminta Kejati tersebut untuk diganti.

Petisi tersebut baru dibuat pada hari ini, Kamis 20 Desember 2022.

Berikut deskripsi yang ditulis dalam petisi terhadap Arteria Dahlan tersebut.

Pernyataan anggota DPR Komisi III Arteria Dahlan (Fraksi PDIP) yang meminta Jaksa Agung mengganti Kajati yang menggunakan Bahasa Sunda dalam rapat kerja, Senin 7 Januari 2022 sangat berlebihan dan melukai penutur bahasa daerah, terutama bahasa Sunda.
Beberapa pertimbangan atas pernyataan tersebut:

Baca Juga: Sebut Pengkritiknya Mempunyai 'Kendaraan' yang Rusak, Siapa Maksud Habib Kribo?


1. Menggunakan Bahasa Sunda dalam forum rapat oleh pejabat dianggap melanggar hukum. Padahal, sesuai aturan, seorang pejabat negara baru bisa diberhentikan seandainya melanggar hukum pidana. Cara pandang Arteria Dahlan tentu berlebihan dan melukai penutur bahasa Sunda, bahkan penutur bahasa daerah, karena menganggap menggunakan bahasa Sunda (daerah) sebagai kejahatan.

2. Bahasa daerah diakui dalam konstitusi. Pasal 32 ayat (2) UUD 1945 berbunyi, “Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.” Jadi siapa pun, baik pejabat eksekutif, legislatif, yudikatif dan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke sudah selayaknya menghormati dan memelihara bahasa daerah. Kajati yang bicara bahasa Sunda dalam rapat kerja tentu saja masih sejalan dengan konstitusi. Ada pun bila dalam raker tersebut ada yang tidak paham atas apa yang dikatakan Kajati, ada cara untuk meminta Kajati mengulang pembicaraannya dalam bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, bukan dengan meminta diganti. Pernyataan meminta Jaksa Agung mengganti Kajati jelas merupakan sikap politik yang tidak terpuji dan mengingkari konstitusi.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: change.org

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X