• Minggu, 29 Mei 2022

Kelola Anggaran Besar, KPK Luncurkan Program Antikorupsi dari Desa

- Rabu, 1 Desember 2021 | 19:56 WIB
KPK launching Program Desa Antikorupsi (Dok.Klikanggaran.com/BudiS)
KPK launching Program Desa Antikorupsi (Dok.Klikanggaran.com/BudiS)

KLIKANGGARAN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan peluncuran Program Desa Antikorupsi di Kampung Mataraman, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu, 1 Desember 2021.

Program antikorupsi dari desa tersebut dibuka langsung oleh Wakil Pimpinan KPK, Alexader Marwata.

Menurut wakil pimpinan KPK, Alexader Marwata, kehandalan perangkat desa yang didukung dengan sistem pengelolaan pemerintah yang akuntabel, transparan, dengan melibatkan peran aktif masyarakat akan meminimalkan terjadinya korupsi pada pengelolaan keuangan di desa.

“Desa adalah miniaturnya Negara Indonesia, di mana Kepala Desa dipilih secara langsung oleh masyarakat dan juga melakukan pengelolaan anggaran secara otonomi. Oleh karenanya, upaya-upaya pencegahan korupsi penting dilakukan sejak pada lingkup desa,” kata wakil pimpinan KPK, Alexader Mawarta.

Baca Juga: Menunggak Pembayaran Dua Tahun senilai Rp447 Miliar Lebih Izin Frekuensi Net Satu Indonesia Dicabut

Pada pengelolaan anggaran pemerintah daerah dalam rangka pemberdayaan desa, Sri Sultan Hamengku Buwono X menuturkan bahwa, dana keistimewaan Pemda DIY akan direalisasikan untuk bantuan bagi seluruh kelurahan dan desa.

Di mana pengelolaan dana tersebut harus mengacu pada prinsip-prinsip reformasi birokrasi yang sedang disusun secara khusus untuk tata kelola pemerintah desa/kelurahan di DIY.

Pengelolaan keuangan desa yang akuntabel dan transparan selaras dengan pencanangan desa antikorupsi, yang akhirnya akan menumbuhkan desa yang mandiri, berbudaya, dan memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakatnya.

Sementara itu, Menteri Desa PDTT A. Halim Iskandar menerangkan bahwa pemerintah pusat dan daerah punya komitmen bersama dalam medorong pembangunan desa untuk semakin maju dan berkembang.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa CNN Meminta Maaf kepada China?

Jumat, 27 Mei 2022 | 15:18 WIB
X