Orang Belanda dan Sisi Kemanusiaan

- Senin, 29 November 2021 | 21:14 WIB
Diskusi Sejarah Historia kembali digelar Departemen Litbang AGSI  (@AGSi)
Diskusi Sejarah Historia kembali digelar Departemen Litbang AGSI (@AGSi)

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Dilantik sebagai Anggota Banser, Ini Ungkapan Selamat dari KKB 66

Dia mencoba membuat obat untuk mengobati penyakit cacar yang saat itu mewabah. Rothenbuhler bukanlah sebagai kolonialis sejati karena dia sangat peduli terhadap rakyat Surabaya, tambah Dio.

Karena kesalahan yang diperbuatnyalah dia dikucilkan sehingga status bangsawan yang dulu disandangnya diturunkan menjadi orang biasa.

Dia juga dimakamkan di tempat terpencil dan pialanya diletakkan di depan makamnya bukan di atas makam sebagai simbul bahwa yang dimakamkan itu dahulu orang yang sangat berjasa tetapi pernah melakukan kesalahan.

Sementara ini menurut literasi kesalahan Rothenbuhler adalah tidak dapat membendung masuknya pasukan Inggris ke Jawa melalui pelabuhan Gresik dan merangsek ke Surabaya sehingga Surabaya dapat dikuasai Inggris. Tandas Dio.

Baca Juga: Kepala Anaknya Dielus Gubernur Jawa Tengah, Orang Tua Tidak Kuasa Menahan Kesedihan dan Menangis

Sekarang piala di makam Rothenbuhler diletakkan di atas makam karena dia dianggap sangat berjasa terhadap masyarakat Surabaya demi kemanusiaan. Makam Rothenbuhler sekarang masih di atas bukit dan di sana juga ada prasasti yang menyebutkan dia seorang bangsawan yang sangat berjasa, pungkas Dio.

Lilik Suharmaji menambahkan bahwa Smutzer bersaudara memang awalnya seorang pengusaha tetapi kemudian hatinya terketuk untuk tidak melulu mencari keuntungan tetapi juga menyumbangkan darma baktinya bagi masyarakat Bantul dan sekitarnya.

Dia bukanlah misionaris tetapi dia membangun Gereja Ganjuran yang sekarang ini masih digunakan masyarakat. Uniknya Gereja Ganjuran dibangun dengan mengakulturasikan budaya Jawa, Hindu dan Eropa.

Budaya Jawa tampak pada Yesus, Bunda Maria dan Malaikat yang berpakaian kebesaran Jawa, Budaya Hindu tampak pada bangunan gereja yang berbentuk Candi Hindu dan budaya Eropa tampak pada agama Katolik yang diusung.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X