• Minggu, 23 Januari 2022

Drakor Pinocchio Bicara Soal Media, Ini yang Harus Anda Waspadai

- Senin, 29 November 2021 | 19:37 WIB
Ilustrasi media dalam drakor berjudul Pinocchio (Dok.pexels/PhotographyMag)
Ilustrasi media dalam drakor berjudul Pinocchio (Dok.pexels/PhotographyMag)

KLIKANGGARAN – Halo, Pembaca, sudah pernah menonton Korean television series atau drakor berjudul Pinocchio? Jika Anda memberikan apresiasi untuk drama ini, saya sangat setuju!

Drakor berjudul Pinocchio yang disiarkan di SBD dalam 20 episode ini adalah serial televisi Korea Selatan tahun 2014. Secara tak sengaja saya menemukannya di deretan judul film yang ditawarkan oleh Netflix.

Hal pertama yang saya temukan di drakor ini, Lee Jong-suk sang reporter dan Park Shin-hye si Pinocchio, bermain begitu aduhai. Akting keduanya tentu saja menyumbang rating tinggi yang diperoleh drama yang mengangkat tema jurnalistik ini. Keduanya menyampaikan pesan dengan gagah.

Drakor Pinocchio begitu padat pesan pedas. Dikemas dengan apik, dari episode awal sampai akhir, membahas bagaimana media akan sangat berpengaruh bagi kehidupan seseorang.

Baca Juga: Menteri BUMN Erick Thohir Dilantik sebagai Anggota Banser, Ini Ungkapan Selamat dari KKB 66

Sindrom unik bernama Pinocchio disajikan sebagai lauk gurih di sepanjang episode. Dia berdiri di sana mewakili orang-orang yang tidak dapat berkata bohong dan selalu ingin mengedepankan kebenaran pun keadilan.

Dari kaca mata saya pribadi, saya melihat drama ini ingin bicara dengan lugas tentang hitam putih kehidupan jurnalistik. Salah satunya menyoroti peran media yang diakui atau tidak, bisa menimbulkan hal baik sekaligus bencana melebihi pandemi.

Bermula dari kesengsaraan hidup Choi Dal Po yang bernama asli Ki Ha Myung. Masa kelamnya dimulai dari akibat fatal yang ditimbulkan oleh sikap Song Cha Ok, ibunda In Ha. Dia seorang reporter handal yang kemudian terperangkap dalam lingkaran politik dan intrik para petinggi.

Drama kebakaran diciptakan seorang pebisnis untuk melindungi teman pejabatnya. Korban yang dipilih adalah kepala pemadam kebakaran, ayah dari Choi Dal Po. Masyarakat menghakimi keluarga ini sebagai penyebab hilangnya banyak nyawa. Ibunda Choi Dal Po yang tak kuasa menahan beban pun mengakhiri nyawanya. Dia terjun ke laut membawa putranya.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NU Perlu Membuat Sekolah Tinggi Perfilman Usmar Ismail

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:43 WIB

Seni dalam Organisasi

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:00 WIB

Juragan99 Sebut Persib Alay, Viking Meradang

Rabu, 22 Desember 2021 | 15:20 WIB
X