• Senin, 17 Januari 2022

Orang Belanda dan Sisi Kemanusiaan

- Senin, 29 November 2021 | 21:14 WIB
Diskusi Sejarah Historia kembali digelar Departemen Litbang AGSI  (@AGSi)
Diskusi Sejarah Historia kembali digelar Departemen Litbang AGSI (@AGSi)

KLIKANGGARAN--Diskusi Sejarah Historia kembali digelar Departemen Litbang AGSI pada Sabtu 27 November 2021. Topik yang dikaji kali ini tentang filantropi orang Belanda baik yang ada di Surabaya maupun yang ada di Yogyakarta.

Sebagai narasumber redaksi menghadirkan Luki Fidiantoro dari Yogyakarta dan Dio Yulian Sofansyah dari Surabaya. Luki Fidiantoro membahas dua Belanda bersaudara, yaitu Joseph Smutzer dan Julius Smutzer, yang awalnya datang ke Yogyakarta bukan sebagai seorang misionaris agama.

Smutzer bersaudara datang ke Indonesia semata-mata sebagai pengusaha karena pada tahun 1870 Kolonial Belanda memberlakukan Undang-undang Agraria yang akhirnya menarik para pengusaha Eropa untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Smutzer bersaudara yang warga Belanda itu rupanya tertarik dengan perkebunan tebu dan produksi gula karena pada saat itu komoditas gula sangat laku keras di Eropa dan di belahan benua lainnya.

Baca Juga: KMAKI: Polisi Harus Ungkap Motif Pelaku Tindak Kekerasan kepada Lawyer Titis Rachmawati

Setelah sukses dengan pabrik gulanya rupanya Smutzer bersaudara tidak hanya semata-mata mengeruk keuntungan saja tetapi mereka berdua peduli dengan lingkungan yang dihadapi.

Dia mendirikan Gereja Ganjuran yang memang letaknya dekat dengan pabrik gula Gondang Lipura. Untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, Gereja Ganjuran sengaja disesuaikan dengan adat dan budaya Jawa sehingga bentuk gerejanya menyerupai sebuah Candi Hindu.

Luki menambahkan bahwa kedekatan Smutzer bersaudara dengan masyarakat tidak hanya di bidang keagamaan saja tetapi juga mendirikan sekolah Katolik disekitar pabrik dan klinik pengobatan kepada masyarakat.

Keberpihakan Smutzer bersaudara kepada rakyat juga tampak pada kebijakan pabriknya yang selalu memihak orang kecil misalnya mengadakan kontrak kerja yang sifatnya progresif dengan menggandeng serikat buruh.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Virus Varian Omicron Melonjak, Apa Kata Luhut?

Senin, 17 Januari 2022 | 14:34 WIB

Gempa Bumi Banten Kembali Mengguncang Pagi Ini

Senin, 17 Januari 2022 | 08:13 WIB

Gelombang Tsunami dari Tonga Tiba di California

Minggu, 16 Januari 2022 | 06:52 WIB
X