KLIKANGGARAN -- Meskipun harus diakui bahwa dengan adanya “tragedi Sambo” cukup memporak-porandakan citra kepercayaan pubik kepada Polri.
Celakanya, ditambah lagi dengan adanya elemen masyarakat yang bukannya membantu memulihkan citra Polri tapi malah “mendompleng” menghujat Polri dan menangguk di air keruh dan memanfaatkan situasi ini “cari panggung” untuk kepentingan pencitraan politik praktis mereka.
Polri tidak boleh panik karena Tragedi Sambo, malah tragedi ini harus dijadikan momentum pintu masuk Polri untuk membenahi aspek reformasi kultural Polri, terutama pembangunan moral, disiplin dan perilaku Polri untuk kembali meningkatkan citra Polri.
Baca Juga: Didatangi Ombudsman, Kadis Kesehatan Luwu Utara Bilang Begini
Untuk itu Polri perlu segera ”Mewujudkan Polisi dan juga Masyarakat yang Baik dan Disiplin”.
Kita semua menginginkan adanya Polisi yang baik dan disiplin, maka semestinya warga masyarakat juga harus baik dan disiplin.
Tetapi yang ideal tentunya, dimulai dulu dari Polisi sebagai "penertib atau penegak aturan"nya harus baik dan disiplin, agar menjadi contoh keteladanan bagi masyarakat.
Menurut ilmu sosiologi bahwa ”prilaku Polisi adalah merupakan cerminan perilaku masyarakat” nya, karena perilaku Polisi sangat dominan di pengaruhi oleh prilaku dari masyarakat nya itu sendiri.
Baca Juga: Depan Sultan Andara Raffi Ahmad, Hotman Paris Pamer Dasi Seharga Rp25 Jutaan
Dalam masyrakat yang disiplin dan ber-prilaku baik, Polisinya akan lebih baik lagi, namun dalam masyarakat yang berprilaku menyimpang / melanggar hukum bisa membuat Polisinya menjadi kurang baik.
Misal, bila kultur masyarakatnya suka suap-menyuap dan polisinya tidak punya integritas, tidak disiplin serta tidak punya iman yang kuat, maka ber potensi terjadinya polisi yang korup atau polisi yang tidak baik.
Jati diri Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) adalah sebagai Bayangkara Negara yang berfungsi : mengawal, menjaga, melindungi, dan mengayomi negara beserta segenap warga negara/masyarakat, dengan tugas - wewenang Harkamtibmas, Gakkum dan Lin Yom Yan Masy.
Dengan fungsi dan tugas wewenang Polri tersebut, hampir semua sendi dan sisi kehidupan masyarakat bersentuhan dengan Polri, sehingga memang suatu keniscayaan kewenangan Polri menjadi luas ( sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari), bahkan dapat dikatakan kewenangan Polri itu paripurna dan nyaris “powerfull".
Artikel Terkait
Inilah 4 Orang yang Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Kematian Brigadir J oleh Timsus Polri, Siapa Lagi?
Ferdy Sambo Pernah Sesumbar Ancam Oknum Anggotanya yang Mencoreng Nama Baik Polri
Irjen Ferdy Sambo Sampaikan Permintaan Maaf Kepada Polri Karena Cederai Kepercayaan Publik, Begini Katanya!
Deolipa Yumara Mendadak Diberhentikan oleh Bharada E, Apakah karena Sentilan Mabes Polri Padanya?
Timsus Polri Berada di Magelang Terkait Kasus Kematian Brigadir J, Inilah Tujuan Utamanya!
Akun Ini Bongkar Kaisar Sambo dan Konsorsium Judi Online 303, Apakah Valid, Bagaimana Tanggapan Polri?
Polri Umumkan Temukan CCTV Vital Saat Tetapkan Putri Candrawathi Sebagai Tersangka
Inilah Profil Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, Jadi Sorotan karena Digugat Deolipa Yumara