• Rabu, 1 Desember 2021

Benarkah, OTT KPK di Muara Enim, Belum Bikin Oknum Pejabat Jerah? Simak Ulasannya!

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:04 WIB
Ilustrasi: KPK (Dok.klikanggaran.com/Dodi)
Ilustrasi: KPK (Dok.klikanggaran.com/Dodi)

KLIKANGGARAN-- OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan pada 2019 yang lalu, hingga kini masih mendapatkan sorotan tajam dari publik.

Pasalnya, OTT KPK tersebut menyebabkan sejumlah pejabat VVIP Muara Enim terseret dalam pusaran kasus tersebut, salah satunya menyeret Mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani dan Eks PLT. kadin PUPR, Ramlan Suryadi.

Kini muncul pertanyaan publik, apakah OTT KPK di Muara Enim dua tahun silam telah berdampak positif bagi kinerja aparatur pemerintahan setempat?

Baru-baru ini, diketahui, sebanyak 34 paket lelang proyek di ULP Kabupaten Muara Enim dilaporkan ke Kejati Sumsel. Laporan tersebut dimotori oleh gerakan masyarakat anti korupsi (Garki).

Baca Juga: 'Pak, Sepatunya yang PDL,' kata Gilang, Mahasiswa UNS yang Tewas dalam Diklatsar Menwa

Guna mempertanyakan laporan terkait lelang proyek di Muara Enim, Garki sendiri telah melakukan aksi demo di halaman Kejati Sumsel, pada Jumat (22/10/21). Kedatangan mereka untuk mempertanyakan laporan yang dilayangkan pada tanggal 29 September lalu.

Dalam laporan tersebut, Garki menjelaskan, bahwa terdapat 34 paket proyek yang diumumkan ULP Kabupaten Muara Enim pada 10 September lalu, dimana dalam pengumuman tersebut pada prosesnya ULP sengaja mempercepat jadwal penawaran.

"Apa yang terjadi dilapangan 34 paket proyek ini patut dicurigai kelahiranya karena masih dalam keadaan prematur dan bertentangan dengan LKPP No 12 tahun 2021. Hal ini memantik kecurigaan. Mungkinkah telah terjadi pengkondisian tertentu ataukah lain sebagainya, ujar Mukri salah satu aksi massa dalam orasinya seperti dilansir dari pemberitaan metrosumsel.

Baca Juga: Sumpah Pemuda Terlupakan, Halloween Dirayakan

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X