• Kamis, 26 Mei 2022

Ragu Mau Nge-Bimbel-in Anak atau Ngak, Baca Ini Dulu, Deh, supaya Makin Mantap

- Minggu, 26 September 2021 | 11:00 WIB
Salah satu cabang sebuah bimbel (dok. nurul fikri)
Salah satu cabang sebuah bimbel (dok. nurul fikri)

Jakarta, Klikanggaran.com--“Bimbel itu kan bukan kebutuhan utama, sekolahlah yang merupakan kebutuhan utama. Jadi, mending cukup belajar di sekolah saja. Eh, tapi bagaimana dengan PR-PR dan materi-materi yang mungkin belum dipahami si anak?” Ini mungkin yang sekarang ada di benak Bapak atau Ibu. Apakah Anda yang sedang mengalami kegalauan tersebut? Galau antara membimbelkan anak atau tidak? Kalau iya, jangan bingung.

Pak, Bu, bimbel memang kebutuhan sekunder atau bahkan tersier, tetapi belajar pada hakikatnya adalah kebutuhan primer. Tidak terlepas ruang dan waktu. Seseorang, apalagi anak, dituntut untuk belajar sepanjang hayat. Bahkan, jika Anda seorang muslim, dalam hadis dikatakan bahwa menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.

Dengan anggapan bahwa belajar adalah kebutuhan primer, bimbel otomatis menjadi salah satu wadah untuk memenuhi kebutuhan primer tersebut. Singkat kata, “Mau ada ujian atau ngga, yang namanya belajar mah tetep.” Nah, pemikiran ini mungkin yang seharusnya kita tanamkan pada anak kita. Artinya, belajar setiap hari. Tidak SKS (sistem kebut semalam).

Baca Juga: Wabup Batang Hari Bakhtiar Hadiri Penutupan Festival Candi Muaro Jambi

Bimbel: Belajar seperti Menabung

Pak, Bu, sejatinya, bimbel sedikit banyak mengarahkan siswa untuk belajar dengan cara “mencicil”. Seperti menabung, ketika mendadak dibutuhkan suatu dana, tabungan siap digunakan. Tabungan siap dimanfaatkan. Ada ulangan mendadak di sekolah, misalnya, siswa siap. Ada ujian yang berkala di sekolah, seperti PTS, PAS, PAT, atau US, atau bahkan tes SBPMTN, siswa atau para penabung ilmu tersebut tentu akan lebih siap menghadapinya.

Dengan perantara bimbel tersebutlah, siswa menjadi lebih siap karena secara teratur dididik untuk menjadi penabung ilmu. Dari yang sedikit, lama-lama menjadi bukit. Dan belajar pun menjadi seperti “tidak belajar”. Waktu yang biasanya dijalani dengan panjang akan terasa pendek. Belajar yang biasanya dikesani sebagai sesuatu yang membosankan akan menjadi sesuatu yang menyenangkan.

Bimbel: Investasi Pendidikan

Memang tidak sedikit orang menganggap bahwa bimbel hanya buang-buang uang saja. Buang-buang waktu saja. Padahal, kalau dianalisis lebih dalam lagi, dengan membimbelkan anak, sama saja dengan kita berinvestasi pendidikan.

Baca Juga: Gubernur Jambi Al Haris Sebut Candi Muaro Jambi Telah Ditetapkan Sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kafarat Jima' di Siang Hari pada Bulan Ramadhan

Jumat, 29 April 2022 | 08:42 WIB

Ramadan dan Penguatan Kohesi Sosial

Jumat, 8 April 2022 | 13:27 WIB
X