• Jumat, 1 Juli 2022

Di Tengah Rapor Merah dari Partai Ummat, Pemerintah Akan Bangun 12 Jalan Tol dengan Investasi Rp226 Triliun

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 20:55 WIB
Jalan Tol Pekanbaru - Bangkinang  (dok.kementerian PU)
Jalan Tol Pekanbaru - Bangkinang (dok.kementerian PU)

KLIKANGGARAN-- Partai Ummat memberikan rapor merah terhadap tujuh tahun Ke pemimpinan Presiden Jokowi. Salah satu yang disinggung Partai Ummat adalah pekerjaan infrastruktur, seperti jalan tol.

Menurut Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi kebijakan Jokowi membangun infrastruktur cukup masif dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Namun, dalam pandangan Partai Ummat, pembangunan ini sebagian besar tidak efisien dan tidak tepat sasaran.

Pembangunan infrastruktur, menurut Partai Ummat, memang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat akselerasi ekonomi, mempermudah distribusi produksi, dan juga untuk membangun dan memperkuat daya saing industri sebagai salah satu elemen penting dalam menopang ekonomi nasional.

Baca Juga: Kebijakan Prabowo Subianto Dikritisi Gatot Nurmantyo, Kebijakan yang Mana Saja Ya?

"Namun pembangunan infrastruktur ini tidak sepenuhnya menunjukkan skala prioritas kepentingan publik. Bahkan beberapa pembangunan infrastruktur dengan skala giant project tidak dalam desain dan perencanaan yang baik yang memperhitungkan sumber dan alokasi keuangan berimbang, termasuk memperhitungkan dampak ekonomi jangka pendek dan jangka panjang," kata Ketum Partai Ummat, Ridho Rahmadi.

Ridho mengatakan, pemerintahan Jokowi cenderung tidak pruden dalam pengalokasian keuangan negara, sementara pengelolaan utang luar negeri sangat mengkhawatirkan. Sebagian besar utang luar negeri diarahkan pada pembangunan proyek infrastruktur dengan lebih mengejar obsesi pertumbuhan ekonomi tinggi.

"Dampak secara langsung yang dirasakan adalah meningkatnya hutang luar negeri Indonesia yang telah mencapai lebih dari 6000 triliun, sementara pertumbuhan ekonomi yang tinggi seperti dijanjikan tidak kunjung tercapai. Kelak generasi mendatang akan membayar hutang yang menggunung. Ini membahayakan bangsa dan negara kita," Ridho menjelaskan.

Baca Juga: Pandemi Covid 19 belum Selesai, Indonesia juga harus Waspada Bencana Hidrometeorologi

Ridho Rahmadi menambahkan pembangunan infrastruktur ini sebetulnya hal yang baik untuk perkembangan ekonomi Indonesia, namun menjadi cacat karena besarnya inefisiensi.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X