• Minggu, 26 Juni 2022

Penyebab Sebenarnya Krisis Pangan Adalah Dijatuhkannya Sanksi Kepada Rusia!

- Selasa, 24 Mei 2022 | 08:26 WIB
Ilustrasi (Pixabay/VugarAhmadov )
Ilustrasi (Pixabay/VugarAhmadov )

KLIKANGGARAN -- Sanksi yang dijatuhkan pada Moskow adalah penyebab sebenarnya dari krisis pangan global yang membayangi, bukan tindakan Rusia, kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, Senin, dilansir RT.com.

Peskov mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin setuju dengan pendapat Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bahwa ada risiko kelaparan global.

"Itu benar. Tetapi ketika berbicara tentang gandum, presiden mengatakan bahwa sanksi dan pembatasan yang dikenakan menyebabkan keruntuhan yang sekarang kita saksikan,” ungkap Juru Bicara Rusia itu.

AS, Inggris, Uni Eropa dan banyak negara lain telah menjatuhkan hukuman berat kepada Rusia sebagai tanggapan atas operasi militernya di Ukraina. Menurut Guterres, serangan Rusia di negara tetangga itu telah menambah masalah yang sudah mempengaruhi situasi di pasar pangan, yaitu perubahan iklim dan dampak dari pandemi Covid-19.

Baca Juga: Anggota NATO Akan Mengirim Rudal Anti-kapal ke Ukraina

Guterres meminta Moskow untuk berhenti memblokir ekspor makanan dari pelabuhan Ukraina tetapi pada saat yang sama menjelaskan bahwa pupuk dan produk makanan dari Rusia harus diizinkan untuk mencapai pasar dunia tanpa hambatan.

Peskov mencatat bahwa baik Rusia maupun Ukraina selalu menjadi pengekspor biji-bijian yang dapat diandalkan dan bahwa Moskow sama sekali tidak mencegah Kiev mengekspor biji-bijian ke Polandia dengan kereta api. Dia juga menekankan bahwa ketika Polandia mengirim kereta api dengan senjata ke Kiev, “Tidak ada yang mencegah mereka mengekspor gandum kembali dengan kereta yang sama.”

Mengenai transportasi laut, juru bicara Kremlin menuduh pasukan Ukraina menanam ranjau laut di Laut Hitam. Menurut Peskov, tindakan seperti itu membuat perdagangan dan pengiriman "hampir tidak mungkin" dan tindakan khusus perlu diambil untuk melanjutkan navigasi.

Baca Juga: Berpakaian Adat, SDN Katokkoan Masamba Gelar Syukuran Penamatan 139 Siswa

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X