• Sabtu, 25 Juni 2022

SVR Rusia: AS Rekrut Teroris ISIS untuk Berperang di Ukraina

- Rabu, 18 Mei 2022 | 11:02 WIB
Artileri Rusia berlatih menembak selama latihan militer Union Courage-2022 di Belarus, 15 Februari 2022 (Russian Defense Ministry Press Service)
Artileri Rusia berlatih menembak selama latihan militer Union Courage-2022 di Belarus, 15 Februari 2022 (Russian Defense Ministry Press Service)

KLIKANGGARAN -- Amerika Serikat (AS) telah "secara aktif merekrut" teroris untuk berperang di Ukraina, Badan Intelijen Asing Rusia (SVR) mengklaim pada hari Selasa, mengatakan bahwa itu menggambarkan kesiapan Washington "untuk menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan geopolitiknya."

Dilansir RT.com, SVR mengungkapkan dalam sebuah pernyataan bahwa, menurut intelijen yang diterimanya, “Amerika Serikat secara aktif merekrut bahkan anggota organisasi teroris internasional, termasuk kelompok Negara Islam (ISIS) yang dilarang di Federasi Rusia, sebagai tentara bayaran untuk berpartisipasi dalam permusuhan. Di Ukraina."

Badan intelijen Rusia menunjuk ke pangkalan militer Amerika di Suriah yang disebut al-Tanf, yang terletak dekat perbatasan dengan Yordania dan Irak. Menurut sumbernya, pangkalan ini dan daerah sekitarnya telah berubah menjadi semacam "pusat" teroris, di mana hingga 500 ISIS dan jihadis lainnya dapat "dilatih kembali" secara bersamaan. SVR mengklaim bahwa bulan lalu 60 militan ISIS, yang telah dibebaskan dari penjara yang dikendalikan oleh Kurdi Suriah, dipindahkan ke al-Tanf “dengan maksud untuk selanjutnya dipindahkan ke wilayah Ukraina.”

Baca Juga: Ini Tanggapan Sekretaris BPBD Kabupaten Batang Hari, Terkait Dugaan Kalak BPBD Perintahkan Jual Aset

SVR menetapkan bahwa selama kursus pelatihan di al-Tanf para militan diinstruksikan tentang cara menggunakan sistem rudal anti-tank, drone pengintai dan serangan, komunikasi canggih dan peralatan pengawasan.

Menurut pendapat SVR, data ini menegaskan bahwa “Amerika Serikat siap menggunakan segala cara untuk mencapai tujuan geopolitiknya, tidak termasuk mensponsori kelompok teroris internasional.”

Dinas intelijen menyimpulkan dengan mengatakan bahwa pemerintah Amerika tidak mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan semacam itu, “bahkan ketika menyangkut ancaman terhadap keamanan sekutu Eropa dan bahkan terhadap kehidupan orang Amerika.”

Washington bersikeras bahwa “tidak ada tentara AS di Ukraina.”

Baca Juga: Miris Dana BOS SMAN 1 Batang Hari Miliaran Rupiah, Hanya Mampu Rehab Pagar Sekolah

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X