• Minggu, 22 Mei 2022

Mengerikan !! Empat Kompi Teroris Ditangkap Polri selama 2021, Mereka Tersebar dalam 26 Kasus

- Rabu, 26 Januari 2022 | 21:10 WIB
Kamneg BIK Polri Brigjen Umar Effendi  (humas.polri.go.id)
Kamneg BIK Polri Brigjen Umar Effendi (humas.polri.go.id)

KLIKANGGARAN – Tercatat sepanjang tahun 2021 Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memaparkan jumlah teroris tertangkap adalah 392 teroris dalam 26 kasus yang ditangkap di sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Keamanan Negara Badan Intelejen dan Keamanan (Kamneg BIK) Polri Brigjen Umar Effendi mengatakan, jika jumlah semua teroris yang ditangkap selama 2021 itu disatukan maka itu bisa mencapai empat kompi.

“Jika dijadikan pasukan itu sudah bisa menjadi empat kompi, empat kompi pelaku teroris sangat berbahaya. Bayangkan, satu kompi saja sudah maut, apalagi empat kompi atau hampir hampir batalion,” kata Kamneg BIK Polri Brigjen Umar Effendi di Jakarta kepada wartawan pada Rabu, 26 Januari 2022.

Brigjen Umar Effendi menyebutkan bahwa sebaran wilayah penangkapan terduga teroris tersebut sebanyak 30 orang lebih di Sulawesi Selatan, 35 orang di Jawa Timur, 33 orang di Sumatra Utara, 21 orang di DKI Jakarta, 19 orang di Jawa Tengah, dan 17 orang di Lampung.

Baca Juga: Nenek Tewas di Kamar Mandi, Korban ternyata Dibunuh, Pelaku Sakit hati dengan Ucapan Korban

“Ini menunjukan bahwa Indonesia masih menjadi lahan subur tempat penyebaran dan pengembangan paham ekstremisme yang dapat berujung kepada aksi teror,” ungkap Brigjen Umar Effendi.

Brigjen Umar Effendi juga mengungkapkan kelompok ekstremisme dan terorisme itu menyebarkan pemahaman paling banyak melalui media elektronik seperti aplikasi chat, media sosial, webinar, bedah buku, penyebaran hoaks bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Baca Juga: Kasus Ucapan Edy Mulyadi yang Menghina Warga Kalimantan Naik Penyidikan, Jumat 28 Januari Edy akan Diperiksa

Lebih lanjut dikatakan oleh Brigjen Umar Effendi bahwa paham ekstremisme dan terorisme juga disampaikan menggunakan metode diskusi tatap muka terbatas. Menurutnya, masyarakat mudah terpapar pengaruh komunitas atau kalangan terdekat di lingkungan tempat tinggal.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: humas.polri.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X