• Kamis, 8 Desember 2022

Pentingnya Literasi Kritis bagi Calon Apoteker di Tengah Kecanggihan Teknologi dan Informasi

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 11:19 WIB
Pentingnya Literasi Kritis bagi Calon Apoteker di Tengah Kecanggihan Teknologi dan Informasi (Dok.Istimewa)
Pentingnya Literasi Kritis bagi Calon Apoteker di Tengah Kecanggihan Teknologi dan Informasi (Dok.Istimewa)

KLIKANGGARAN -- Penguatan terhadap literasi, khususnya di kalangan siswa masih menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Hal ini disebabkan keterampilan berliterasi dapat mendorong siswa untuk bisa memahami informasi secara reflektif, analitis, dan kritis di tengah gempuran teknologi yang semakin canggih.

Derasnya beragam informasi yang disebarluaskan ke masyarakat tentu membutuhkan filter agar berita yang diperoleh merupakan berita yang dapat dipertanggungjawabkan. Atas dasar itulah, tim pengabdian kepada masyarakat (abdimas) Universitas Esa Unggul melakukan kegiatan edukasi dalam bentuk pendampingan literasi kritis melalui pemanfaatan teknologi dan informasi digital kepada siswa kelas XII di SMK Farmasi Mandala Tiara Bangsa Jakarta.

Literasi kritis mengharuskan siswa berperan aktif dan kreatif di dalam kelas. Hal ini menjadi penting agar siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang sesuatu. Prosesnya pun tidak sederhana karena melibatkan kemampuan kognitif, kesadaran, dan pengalaman.

Baca Juga: Kapolda Jambi Pimpinan Langsung Sertijab Kapolres Batang Hari dan Pelantikan Jabatan Dirtahti

Dalam kegiatan ini, para siswa diberikan beragam strategi untuk menyelami informasi secara kritis melalui kemahiran berliterasi, khususnya ketika mencari sumber-sumber berita yang valid di internet. Fokus pencarian informasi berkaitan dengan latar belakang bidang keilmuan siswa, yakni kefarmasian dan kesehatan.

Dilansir dari news.unair.ac.id, hoaks di bidang kesehatan merupakan salah satu jenis hoaks yang paling banyak menyebar dan menduduki posisi tertinggi ketiga setelah hoaks di bidang sosial politik dan SARA. Oleh karena itu, siswa perlu memilih secara selektif informasi yang ia peroleh agar tidak menjerumuskan dirinya dan masyarakat.

“Para siswa perlu menyadari bahwa peran mereka di masyarakat sangat penting dalam menginformasikan hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan dan kefarmasian. Ini merupakan salah satu tanggung jawab moral bagi seorang calon apoteker atau tenaga kesehatan,” ujar Sri Lestari, salah satu narasumber.

Baca Juga: Benarkah Bunga Putih Love Jumbo Regi Datau Untuk Ayu Dewi Ternyata Pesanan dari Denise Chariesta?

Kegiatan selanjutnya adalah praktik berliterasi yang dilakukan secara berkelompok. Mereka akan bermain peran sebagai apoteker dan masyarakat umum. Setiap kelompok akan mempresentasikan cara menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keniscayaan Pemberantasan Peredaran Narkoba

Sabtu, 19 November 2022 | 20:20 WIB

Perubahan Pola Marketing

Jumat, 14 Oktober 2022 | 22:31 WIB

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB
X