• Sabtu, 1 Oktober 2022

Dilema Puan Menjadi Presiden

- Kamis, 21 April 2022 | 04:39 WIB
Ketua DPR, Puan Maharani (IG/Puan Maharani)
Ketua DPR, Puan Maharani (IG/Puan Maharani)

KLIKANGGARAN -- Puan Maharani adalah Ketua DPR. Ia terkenal bukan karena anak kandung Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, atau cucu dari Presiden Soekarno. Puan Maharani, dikenal dan dikenang, lantaran sengaja mematikan mic saat Sidang Paripurna Omnibus Law.

Satu lagi yang tidak bisa dilupakan kepada lelaku Puan, adalah air matanya. Ternyata Puan bisa terisak isak menangis, mengeluarkan air mata, air mata Politik di depan publik.

Air Mata Puan menetes pada Presiden SBY, bukan masa Presidennya Jokowi meskipun sama sama tukang menaikan BBM.

Setelah air mata politik, dan mematikan Mic, kini Puan sedang digadang gadang untuk menjadi calon Presiden. Calon Presiden dari kaum abangan, yang Partainya PDI Perjuangan itu. Yang sampai saat ini pencalonan Puan, tidak ada saingan sama sekali dari internal partai tersebut.

Meskipun ada nama GP (Ganjar Pranowo) muncul sebagai saingan kuat Puan untuk calon Presiden. Tetapi nasib GP tidak seberuntung seperti Jokowi. Nasib GP bakalan dicuekin PDI P walaupun elektabilitas GP sangat tinggi dibandingkan Puan. Sebentar lagi GP akan"ditampar" Partai sendiri. disuruh pergi jauh meninggal PDI P jika ingin tetap GP bersaing dengan Puan

Dengan demikian Puan tinggal sendiri. Yang saat ini, sedang menimbang nimbang mencari atau memilih pasangan yang cocok untuk "dinikahkan" denganya. Bisa saja dengan Prabowo Subianto atau bisa juga dengan Anies Baswedan. Kedua calon pasangan ini Salah satunya layak disandingkan dengan Puan. Apalagi kedua calon pasangan Puan ini mempunyai elektabilitas yang tinggi untuk memenangkan Puan sebagai Presiden atau wakil Presiden.

Dari selera Puan sepertinya lebih nyaman dan menguntungkan berpasangan atau dinikahkan dengan Anies Baswedan dibandingkan Prabowo Subianto. Ketika Puan berpasangan dengan Anies Baswedan, Puan bisa memilih sebagai nomor satu atau menjadi calon Presiden. Tapi, ketika berpasangan dengan Prabowo Subianto, Puan harus puas hanya sebagai wakil Presiden.

Selain itu, ketika Puan sudah berpasangan dengan Anies Bawesdan, maka Anies diharapkan bisa sebagai magnet yang menarik kaum oposisi dan massa Islam Politik atau Islam Radikal untuk masuk ke dalam barisan koalisi Puan - Anies tersebut. Dengan modal massa Islam ini, dan akan ditambah dengan massa PDI P, diprediksi mereka bisa menang dalam Pilpres 2024 nanti.

Memilih Anies Bawesdan sebagai pasangan Puan karena dianggap sebagai ikon oposisi terhadap pemerintahan Jokowi. Kaum oposisi dan Islam Politik menganggap Anies satu satunya Gubernur yang berani melawan pemerintahan Jokowi. Dengan alasan inilah, mereka sangat mengidola Anies dibandingkan Prabowo sebagai Presiden Selanjutnya untuk mengantikan Presiden Jokowi.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB

23 Juni 2022, UTBK dan Masa Depan NU

Kamis, 23 Juni 2022 | 08:22 WIB
X