• Sabtu, 25 Juni 2022

Serangan Umum 1 Maret 1949 Tidak Mengkultusindividukan Tokoh

- Senin, 21 Februari 2022 | 16:48 WIB
Pengurus YKCB Jakarta dan PSN berfoto setelah berakhirnya  diskusi (dok. Istimewa)
Pengurus YKCB Jakarta dan PSN berfoto setelah berakhirnya diskusi (dok. Istimewa)

KLIKANGGARAN--Paguyuban Sejarawan Ngayogyakarta (PSN), Sabtu 19 Pebruari 2022 diundang oleh YKCB (Yayasan Kajian Citra Bangsa) di Jakarta, untuk berdiskusi mengenai Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai Hari Tegaknya Kedaulatan Negara.

Dalam diskusi yang berada di SMP-SMA Labschool Cirendeu UNJ itu dimulai jam 09.00 sampai 12.00 WIB. Pembicara yang diundang adalah Chaterina Ety, Lilik Suharmaji, Noor Johan Nuh, dan Bakarudin. Turut hadir pengurus PSN dari Yogyakarta diantaranya Mei Ujianti, Pradana, dan Marmayadi.

Sebagai pemberi sambutan hadir ketua badan pembina YKCB Drs. Soehardjo Soebardi dan ketua Yayasan Edukarsa Prof. Dr. Arissetyanto Nugroho, MM.

Dalam sambutannya Soehardjo Soebardi mengatakan bahwa perlunya persatuan dan kesatuan dari elemen bangsa agar bangsa yang tercinta ini tetap berdiri kokoh sebagai mana cita-cita pendiri bangsa terdahulu.

Sementara itu Arissetyanto Nugroho berharap dengan adanya diskusi ini dapat merumuskan kesimpulan sebagai bekal gerak dan langkah agar peristiwa SU Maret 1949 dijadikan sebagai momentum membangun bangsa yang lebih besar.

Tampil sebagai pembicara pertama Bakarudin mengungkapkan bahwa, Yayasan Kajian Citra Bangsa sangat mendukung pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta mengajukan Serangan Umum 1 Maret 1949 sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.

Baca Juga: Wujudkan Linggau Madani, Wali Kota Launching Gerakan Infaq dan Shodaqoh Subuh

Jauh sebelum ada usulan dari pemerintah DIY itu, pihak YKCB sudah berpikiran untuk menjadikan hari serangan itu sebagai hari nasional, tandasnya.

Sementara itu Noor Johan Nuh mengatakan Serangan Umum 1 Maret 1949 adalah kerja keras TNI dan rakyat sehingga bangsa ini tidak boleh mengenyampingkan tokoh-tokoh nasional seperti Sultan Hamengku Buwono IX dan Letkol Soeharto.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Remaja Mushola, PD Tampil sebagai MC

Jumat, 10 Juni 2022 | 19:38 WIB

Pesantren Kilat: Singkat, tetapi Bermakna

Kamis, 9 Juni 2022 | 15:30 WIB
X