Lindungi Pekerja dari Kekerasan Seksual di Tempat Kerja, Menaker segera Keluarkan Keputusan Menteri

- Minggu, 6 Maret 2022 | 08:22 WIB
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (kemnaker.go.id)
Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah (kemnaker.go.id)

KLIKANGGARAN – Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan, akan segera megeluarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja (Kepmenaker) untuk memberikan perlindungan bagi pekerja terhadap kekerasan seksual di tempat kerja.

Kepmenaker tersebut dikeluarkan menurut Menteri Ida Fauziyah karena RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) belum disahkan menjadi UU.

Padahal menurut Menaker ancaman pelecehan seksual terhadap para pekerja di tempat kerja nyata adanya sehingga memerlukan kepedulian bersama demi mewujudkan kenyamanan bekerja melalui pencegahan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja

“Seraya menunggu waktu pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) menjadi Undang-Undang, kami telah menyiapkan Keputusan Menaker (Kepmenaker) untuk memberikan pelindungan bagi kekerasan seksual di tempat kerja, baik bagi perempuan maupun laki-laki," ujar Ida Fauziyah saat menjadi pembicara dalam #Ngobrol Seru "Jurnalis Perempuan Dobrak Bias dan Diskriminasi" di Jakarta, Sabtu (5/3/2022).

Baca Juga: 20 Ribu Ton Daging Beku yang Diimpor BULOG Tiba Tanah Air, Lonjakan Harga Daging Diharapkan Teratasi

Menaker meyakini ancaman kekerasan dapat mengakibatkan turunnya kinerja, menurunkan produktivitas, sehingga berdampak pada kelangsungan usaha dan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.

Dikutip dari laman kemnaker.go.id, Menteri Ida Fauziyah menjelaskan, salah satu upaya yang sedang dilakukan saat ini yaitu meningkatkan Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: SE.03/MEN/IV/2011 tentang Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja, menjadi Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI, yang pada tahun ini akan diselesaikan.

Menaker berpendapat, apabila DPR menyegerakan pembahasan RUU TPKS, maka Kepmenaker akan mengacu pada UU TPKS tersebut.

Baca Juga: Menyusul Indra Kenz, Kasus Doni Salmanan Kini Naik ke Tahap Penyidikan, Akankah Jadi Tersangka?

“Jadi kami sedang menyiapkan Kepmenaker, tapi kami tetap melihat perkembangan pembahasan di DPR. Kalau molor dan tak ada kepastian waktu pengesahan, kami akan dahulukan Kepmenaker ini," ujarnya.

Meski protokoler pelindungan pekerja di tempat kerja sudah mendesak, lanjut Menaker, keterbukaan informasi publik saat ini memberikan harapan adanya pengurangan atau menurunnya kekerasan di tempat kerja.

Baca Juga: Fan Chelsea Beri Dukungan kepada Roman Abramovich, Reaksi Pelatih Thomas Tuchel Diluar Dugaan

“Orang sekarang semakin takut dengan ancaman sosial. Media sosial yang sangat terbuka, sangat membantu penurunan kekerasan di tempat kerja," ujarnya.

Menaker menambahkan, salah satu faktor penghambat perempuan di dunia kerja adalah masih adanya gender shaming alias stereotip dan seksisme yang menjadi akar diskriminasi berbasis gender terhadap perempuan.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: kemnaker.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X