• Jumat, 2 Desember 2022

Ketum DPP SAHI: Kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji Harus Ditolak jika Abaikan Rasionalitas dan Empati

- Minggu, 20 Februari 2022 | 10:12 WIB
Ketua Umum DPP SAHI, Abdul Khaliq Ahmad (dok. Istimewa)
Ketua Umum DPP SAHI, Abdul Khaliq Ahmad (dok. Istimewa)

KLIKANGGARAN--Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, mengusulkan biaya perjalanan ibadah haji 1443H/2022M sebesar Rp45.053.363. Artinya, jumlah biaya perjalanan ibadah haji ada kenaikan dengan biaya sebelumnya, misalnya tahun 2020 biayanya sekitar Rp35 Juta.

Usulan biaya perjalanan ibadah haji itu disampaikan Menag dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI pada Rabu, 16 Februari 2022.

Menag menyampaikan biaya usulan terdiri atas biaya penerbangan, biaya hidup, kemudian sebagian biaya untuk beribadah di Mekkah dan Madinah.

Selain itu, untuk pembiayaan seperti visa dan biaya PCR di Arab Saudi. Menag juga mengusulkan adanya biaya tidak langsung (indirect cost) sebesar Rp8.949.750.278.321. Biaya ini diambil dari keuntungan pengelolaan dana setoran awal jamaah.

Baca Juga: Viral! KH Idrus Ramli Sebut Bangsa Arab Lebih Baik dari Orang Nusantara, Ini Reaksi Habib Kribo!

Terkait kenaikan biaya ibadah haji itu, Ketua Umum DPP Silaturahim Haji dan Umrah Indonesia (SAHI), Abdul Khaliq Ahmad, mengatakan bahwa kenaikan biaya ibadah haji yg diusulkan oleh Menag sebesar 45juta harus dikaji lebih rasional lagi.

Menurut Khaliq, pengkajian itu harus dilakukan mengingat kondisi ekonomi calon jemaah haji di tengah pandemi Covid19 yang belum membaik.

Khaliq menyarankan agar kenaikan BPIH reguler tersebut harus ditekan hingga tidak membebani calon jemaah haji.

Khaliq menyebut bahwa dana haji yang saat ini dikelola oleh BPKH sebesar lebih dari 158 trilyun rupiah pada 2021, dapat menjadi bahan pertimbangan untuk menekan kenaikan tersebut.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Program Bakti BUMN PT Pelindo Jasa Maritim Kian Terasa

Jumat, 30 September 2022 | 14:37 WIB
X