Resmi, Perayaan Libur Natal dan Tahun Baru Dilarang, Ibadah di Gereja Maksimal 50% dari Kapasitas

- Rabu, 8 Desember 2021 | 09:45 WIB
Menkominfo Johnny G.Plate menyatakan, perayaan libur natal dan tahun baru akan dilarang melalui kebijakan pengetatan Nataru (InfoPublik.id)
Menkominfo Johnny G.Plate menyatakan, perayaan libur natal dan tahun baru akan dilarang melalui kebijakan pengetatan Nataru (InfoPublik.id)

Johnny G. Plate menjelaskan, dalam pengetatan libur Nataru itu, perjalanan hanya diperbolehkan untuk masyarakat yang telah mendapatkan vaksin sebanyak dua kali.

Baca Juga: Rumor Transfer Pemain , Siapa saja Pemain yang Dibidik Newcastle pada Jendala Transfer Januari mendatang

Baca Juga: Sudah Resmi, Ipda OS Penembak di Exit Tol Bintaro Jadi Tersangka, Terungkap Alasan Penembakan oleh Ipda OS

Kegiatan seni yang melibatkan penonton dilarang dan restoran hanya diperbolehkan menerima pengunjung dengan kapasitas maksimal 75 persen.

Selain itu, pemerintah juga melakukan pengetatan di perbatasan negara dengan menerapkan aturan karantina selama 10 hari untuk warga negara asing (WNA) dan warga negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri.

“Dengan ini kami sarankan buat masyarakat untuk segera vaksinasi. Vaksinnya tersedia jadi perjalanan aman. Untuk yang sakit dilarang bepergian,” kata Menkominfo.

Baca Juga: Kejagung Didesak Periksa Kadis Perkim Batang Hari Terkait Dugaan Korupsi Bedah Rumah

Aturan pengetanan Nataru ini menurutnya nantinya akan diatur lebih jelas melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri (Kepmendagri), yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Jika pembaca merasakan manfaat dari artikel ini, silakan dibagikan kepada yang lain agar mereka juga ikut merasakan manfaatnya. Terima kasih.**

 

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: InfoPublik.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Peran Pengantar Kerja Dalam Program SIAPkerja

Minggu, 22 Mei 2022 | 13:04 WIB
X