• Rabu, 19 Januari 2022

Novel: Kopi Sore dan Timbunan Cinta Enam

- Selasa, 14 September 2021 | 21:46 WIB
Kopi Sore dan Timbunan Cinta (Dok.klikanggaran.com/KitRose)
Kopi Sore dan Timbunan Cinta (Dok.klikanggaran.com/KitRose)

Ratih menundukkan wajahnya menyembunyikan gelisah, sementara Rama tak mau mempedulikan tawa Luvia dan Dodit. Sampai pada pasir-pasir yang masih belum ramai pengunjung, Dodit menghentikan mobilnya.

Dibukanya pintu mobil perlahan, lalu keluar sambil merentang kedua tangan. Yang lain serentak mengikuti.

“Dah, sana, cari pojok yang sepi, tapi karena pantai nggak ada pojok gelapnya, masuk aja ke hutan.” Dengan nada sinis Rama bergumam, lalu menyalakan kretek menahan jemu.

Baca Juga: Puisi Basi untuk Sang Maha

Disisirnya pantai tanpa semangat, dipandangnya laut dengan tatapan hampa. Dihembuskannya napas lelah tanpa ingin menoleh. Dicarinya rumah kacanya pada titik terjauh birunya samudera tanpa mampu mengetuk pintunya.

Dodit dan Luvia memasuki mobil sambil berteriak diiringi derai tawa. Sementara Ratih berdiri ketakutan, tak tahu harus bersikap apa. gadis itu tak berani menatap Rama yang wajahnya terlihat semakin mengeras.

“Sorry Ma, toko baju pengantinnya keburu tutup, nanti sore kalian aku jemput. Hati-hati, ya.” teriak Dodit dengan tawa semakin berderai.

“Mas Rama, nitip Ratih, ya, jangan diapa-apain!” Luvia berteriak dari dalam mobil sambil memeluk Dodit dengan mesra.

Baca Juga: Pesan untuk Wibu dari Anime The Garden of Words

Rama berjalan mendekati mobil, tapi Dodit dan Luvia sudah menjauh, masih dengan tawa berderai. Dihampirinya Ratih, lalu ditariknya tangan gadis itu dengan kasar. Air mata sudah memenuhi pipi Ratih.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB

Cerbung: Samudra di Lautan Malas

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:06 WIB

Puisi: Tepian Asmara

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:20 WIB

Cerbung: Cicak Merayap di Dinding

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:08 WIB

Puisi: Pulau Asmara

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:33 WIB

Cerbung: Cicak Jatuh di Halaman

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:19 WIB

Puisi: Biruku

Kamis, 2 Desember 2021 | 18:04 WIB

Cerpen: Pangeran Cinta

Selasa, 30 November 2021 | 19:44 WIB
X