• Sabtu, 1 Oktober 2022

Wabup Batang Hari, Bakhtiar, Sebut Kunci Pencegahan Stunting Adalah Seribu Hari Pertama Kehidupan

- Rabu, 14 September 2022 | 19:54 WIB
Wabup Batang Hari, Bakhtiar (Klikanggaran/Annuza)
Wabup Batang Hari, Bakhtiar (Klikanggaran/Annuza)

KLIKANGGARAN -- Wakil Bupati (Wabup) Batang Hari H. Bakhtiar sebut kunci pencegahan stunting adalah Seribu Hari Pertama Kehidupan (SHPH) sehingga pertahanan pada ibu hamil serta Balita dibawah umur dua tahun (Baduta) perlu kita upayakan, serta intervensi remaja putri dan calon pengantin untuk menciptakan generasi yang cerdas, sehat dan berprestasi. 

Hal ini disampaikan Wabup Bakhtiar, pada acara rembuk stunting bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penanggungjawab cakupan layanan dengan sektor non pemerintah dan masyarakat, Rabu (14/09/2022) bertempat di ruang pola besar kantor Bupati Batang Hari.

Wabup Bakhtiar menyampaikan bahwa rembuk ini sangat penting karena dalam pencegahan dan penanggulangan stunting diperlukan kesepakatan dan kometmen Pemerintah dalam percepatan penurunan stunting.

Baca Juga: Dukung UMKM, Tim Kukerta UNRI Sosialisasi Penggunaan Google Maps

"Rembuk stunting merupakan aksi ke-tiga dari delapan aksi integrasi konvergensing stunting dimana kegiatan rembuk ini merupakan salah satu langkah penting yang harus dilakukan Pemkab Batang Hari," lanjut Wabup Bakhtiar.

Wakil Bupati Batang Hari Bakhtiar sangat mengapresiasi atas terselenggaranya acara rembuk stunting Kabupaten Batang Hari tersebut.

"Semoga melalui acara ini tercipta komitmen secara bersama dari seluruh pihak yang hadir dalam menanggulangi permasalahan stunting di Kabupaten Batang Hari, sehingga program yang dirancang  dapat direalisasikan dengan baik untuk mencapai target penurunan menjadi sebesar 14 persen pada tahun 2024 sebagaimana yang telah ditetapkan," ucap Bakhtiar.

Baca Juga: Nama Ibu Kota Kazahtan Nur-Sultan Akan Diganti kembali Menjadi Astana

Bakhtiar mengatakan, bahwa stunting tidak melulu mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal, hal ini yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar anak-anak dibawah rata-rata yang bisa menyebabkan mengakibatkan prestasi belajar buruk.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: Liputan lapangan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X