• Senin, 15 Agustus 2022

Mencari 2690 Petani Kakao Potensial di Luwu Utara untuk Peningkatan Produktivitas Kakao

- Rabu, 29 Juni 2022 | 20:12 WIB
Dialog Pemangku Kepentingan Program Pendampingan Petani Kakao Provinsi Sulsel, Rabu (29/6/2022), di Aula Kantor Bappelitbangda Luwu Utara (Dok. LHR)
Dialog Pemangku Kepentingan Program Pendampingan Petani Kakao Provinsi Sulsel, Rabu (29/6/2022), di Aula Kantor Bappelitbangda Luwu Utara (Dok. LHR)


KLIKANGGARAN -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University bekerjasama dengan International Finance Coorporation (IFC) bersama mitra dari Olam Food Ingredients (OFI) dan Crowde, melaksakan kegiatan Dialog Pemangku Kepentingan Program Pendampingan Petani Kakao Provinsi Sulawesi Selatan, Rabu (29/6/2022), di Aula Kantor Bappelitbangda Luwu Utara.

Program Pendampingan Petani Kakao ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kakao perkebunan rakyat, khususnya di Kabupaten Luwu Utara.

Untuk diketahui, lokus dari Program ini hanya ada di tiga wilayah Indonesia, yaitu Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, dan dua wilayah daerah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Luwu Utara.

Baca Juga: Gelar Aksi KMI minta KPK Usut Tender TIK di Banyuasin

Target dari program ini adalah 6000 petani kakao, khusus petani binaan OFI atau Olam, dengan sasaran 30% kaum perempuan dan kaum muda.

Kabupaten Luwu Utara sendiri mendapat jatah terbesar, yaitu 2690 petani kakao, Kabupaten Luwu Timur 1510, dan Kabupetan Pesawaran 1800 petani. Mencari petani kakao potensial sebanyak 6000 petani menjadi tugas dari pelaksana program ini.

Koordinator Program Pendampingan Petani Kakao wilayah Luwu Utara dari LPPM-IPB University, Dr. Titik Sumarti, MC., MS., menyebutkan bahwa ribuan petani kakao potensial ini nantinya akan diarahkan pada tiga hal mendasar, yaitu bagaimana petani dapat mengetahui praktik-praktik pertanian, menguasai teknologi digital, dan memahami literasi finance atau literasi keuangan.

Baca Juga: Inilah Profil Bagas Maulana, Trending di Twitter Setelah Lolos ke Babak 16 Besar Malaysia Open 2022

“Arah dari program ini adalah strategi pemberdayaan terhadap komunitas petani kakao dari kalangan perempuan dan pemuda. Kenapa harus mereka, karena kita tahu bahwa dalam komunitas petani kakao, tidak hanya petani kakao sendiri, tetapi ada keluarga, termasuk kaum perempuan dan anak-anak muda,” jelas Titik.

Kaum perempuan ini, kata dia, akan diberi kesempatan ikut di dalam kelembagaan kelompok petani, dan juga dapat ikut bermusyawarah dalam menentukan keputusan kelompok

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X