• Selasa, 28 Juni 2022

KMAKI Soroti Pemberian Modal Kerja Usaha Pertambangan Batubara Yang Berindikasi Ruginya Bank Plat Merah

- Senin, 20 Juni 2022 | 07:38 WIB
KMAKI Sumsel (Klikanggaran/Iyan Linggau)
KMAKI Sumsel (Klikanggaran/Iyan Linggau)

 


KLIKANGGARAN-- Komunitas Masyarakat Antikorupsi Indonesia (KMAKI) menyoroti Polemik pemberian fasilitas Kredit Modal Kerja usaha pertambangan batubara.

Menurut KMAKI polemik fasilitas KMK usaha pertambangan batubara mencuat karena diduga melanggar prinsip ke hati-hatian atau manajemen resiko.

"Underlying atau yang mendasari perjanjian pemberian pasilitas kredit terkesan tidak didasari oleh SOP perbankan komersial," ujar Koordinator KMAKI, Bony Balitong seperti keterangannya pada wartawan, Senin, 20 Juni 2022.

Menurut KMAKI, pemberian fasilitas kredit hanya berdasarkan prospektus penjualan sama saja dengan memberikan fasilitas kredit dengan jaminan khayalan akan untung besar.

"Kalau ternyata prospektus penjualan itu tidak tercapai atau  rugi sehingga kredit macet apakah khayalan untung besar bisa dijadikan asset yang disita?", tanya Bony Balitong dengan tertawa lebar.

KMAKI hanya menyimak ulasan para ahli terkait Kredit Modal Kerja usaha tambang batubara yang kabarnya mencapai hampir Rp. 90 triliun di bank plat merah dengan beberapa konsersium bank swasta karena terkesan pemberian pasilitas kredit dengan kekonyolan yang beresiko kredit macet.

"Apalagi katanya ada pemberian fasilitas kredit di Sumsel untuk pengusaha besar batubara yang berpotensi kredit kolekt 5 atau tak mungkin tertagih dan akan merugikan bank plat merah", ujar Bony.

Menyambung kritikan Koordinator KMAKI, Deputy KMAKI Sumsel, Ir Fery Kurniawan menyebut sesuatu hal yang ngawur sekali jika pembayaran pokok dan bunga pinjaman didasari dengan penjualan batubara yang masih dalam rencana.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X