Bersama SFITAL, Pemda Lutra Gelar Diskusi Terpumpun, Bahas Peta Jalan Kakao Berkelanjutan

- Senin, 30 Mei 2022 | 19:33 WIB
Bersama SFITAL, Pemda Lutra Gelar Diskusi Terpumpun, Bahas Peta Jalan Kakao Berkelanjutan  (dok. Klikanggaran)
Bersama SFITAL, Pemda Lutra Gelar Diskusi Terpumpun, Bahas Peta Jalan Kakao Berkelanjutan (dok. Klikanggaran)

Baca Juga: KPU dan Presiden Sepakat Masa Kampanye Pemilu Dipersingkat dari 5 bulan menjadi hanya 90 Hari. Apa Alasan?

Untuk diketahui, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu 30 - 31 Mei 2022, bertempat di Ruang Command Centre Kantor Bupati Luwu Utara, dan dihadiri lebih dari 30 peserta, yang terdiri dari para Kepala PD terkait, Kepala Bidang, Industri, NGO, Akademisi, serta Media.

Kegiatan ini (FGD) juga sebagai langkah lanjutan yang bertujuan membangun kesepakatan intervensi dan aktivitas, membangun rancangan skenario, kerangka kerja monitor dan evaluasi, serta memperkenalkan rancangan awal alat bantu monitoring dan evaluasi peta jalan kakao lestari.

Saat ini roadmap kakao lestari masih dalam tahapan diskusi dengan para pemangku kepentingan. Bersama dengan Kelompok Kerja Kakao Lestari juga telah dilakukan serangkaian diskusi yang menghasilkan beberapa kesepatan.

Baca Juga: Inilah Cuitan Livy Renata tentang Eril yang Dihujat Banyak Warganet Trending di Twitter, Ia pun Meminta maaf!

Kesepakatan itu antara lain adalah: (1) Prinsip, kriteria, dan indicator kakao lestari; (2) Visi bersama yang disepakati pemangku kepentingan; dan (3) Strategi dan intervensi menuju pengembangan kakao lestari. Kegiatan ini masih akan dilanjutkan dengan berbagai kegiatan diskusi dan konsultasi publik lanjutan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun 2022 untuk memfinalisasi dokumen roadmap kakao lestari.

Kegiatan yang berjalan intensif ini juga menghadirkan dua peneliti ICRAF Indonesia, yaitu Tania Benita dan Arga Pandiwijaya yang memaparkan mengenai progress penyusunan peta jalan kakao Lestari serta strategi dan intervensi, serta pendekatan bentang lahan dalam.

Sekadar diketahui, Program Sistem Pertanian Berkelanjutan di Lanskap Tropis Asia atau Sustainable Farming System in Asian Tropical Landscapes (SFITAL) adalah penelitian lima tahunan yang didanai oleh International Fund for Agriculture and Development (IFAD), dan bertujuan menghubungkan produsen skala kecil dengan rantai suplai global dengan prinsip keberlanjutan lingkungan, kelayakan ekonomi, dan bertanggung jawab secara sosial.

Baca Juga: Mengapa Dewan Pers Keluarkan Imbauan terkait Pemberitaan tentang Emmeril Khan Mumtadz, Putra Ridwan Kamil?

Program SFITAL ini mulai beroperasi Juli 2020 - September 2025, dengan tujuan utama untuk mentransformasi produsen skala kecil menjadi wirausahawan pertanian sekaligus sebagai agen lingkungan yang menguntungkan melalui pengelolaan rantai pasok berkelanjutan di Asia.

Sasaran SFITAL adalah mengolaborasikan usaha pemerintah, industri, NGO, dan pihak lain yang dibutuhkan untuk merancang dan mengimplementasikan bersama dengan produsen skala kecil. SFITAL menjalankan kegiatan di dua negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia dan Filipina. Lokasi fokus di Indonesia dijalankan di Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan untuk komoditas kakao, serta di Labuhan Batu Utara Provinsi Sumatera Utara untuk komoditas kelapa sawit. (rilis/LH)

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X