• Sabtu, 2 Juli 2022

Kemenag Sebut 1 Syawal 1443 H Secara Hisab Jatuh pada Tanggal 1 Mei 2022, Benarkah?

- Senin, 25 April 2022 | 13:50 WIB
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin (kemenag.go.id)
Dirjen Bimas Islam, Kamaruddin Amin (kemenag.go.id)

KLIKANGGARAN -- Baru-baru ini Kementerian Agama mengabarkan akan menggelar sidang isbat (penetapan) 1 Syawal 1443 H pada Minggu, 1 Mei 2022 petang.

Sidang isbat tersebut akan dilansungkan di Auditorium HM Rasjidi Kementerian Agama.

Dan sidang isbat ini nantinya akan didahului proses pengamatan hilal yang dilakukan di 99 titik lokasi di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Rossa Trending di Twitter Gara-Gara Kembalikan Uang Honor dari DNA Pro, Warganet pun Ngomel-ngomel, Kenapa?

Dikutip dari laman Kemenag, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menyatakan, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1443 H mendatang, sudah memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

“Di Indonesia, pada 29 Ramadan 1443 H yang bertepatan dengan 1 Mei 2022 tinggi hilal antara 4 derajat 0,59 menit sampai 5 derajat 33,57 menit dengan sudut elongasi antara 4,89 derajat sampai 6,4 derajat,” jelas Kamaruddin di Jakarta, Senin, 25 April 2022.

"Artinya, secara hisab, pada hari tersebut posisi hilal awal Syawal di Indonesia telah masuk dalam kriteria baru MABIMS," imbuh Kamaruddin.

Baca Juga: FSGI : Pansel KPAI Berpotensi Kuat Langgar UU Administrasi Pemerintahan dan Abaikan Peraturan Presiden

Menurut kriteria baru MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. Kriteria ini merupakan pembaruan dari kriteria sebelumnya, yakni 2 derajat dengan sudut elongasi 3 derajat yang mendapat masukan dan kritik.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X