• Jumat, 2 Desember 2022

Turki Setujui Transfer Persidangan Pembunuhan Jamal Khashoggi ke Arab Saudi

- Minggu, 3 April 2022 | 16:11 WIB
Turki akan menyetujui transfer persidangan pembunuhan Jamal Khashoggi ke Arab Saudi (AFP / OZAN KOSE)
Turki akan menyetujui transfer persidangan pembunuhan Jamal Khashoggi ke Arab Saudi (AFP / OZAN KOSE)

KLIKANGGARAN--Turki akan menyetujui transfer persidangan pembunuhan Jamal Khashoggi ke Arab Saudi, menteri kehakimannya, Bekir Bozdag, telah mengungkapkan.

Pengumuman itu muncul meskipun ada klaim yang dibuat oleh tunangan jurnalis yang terbunuh dan beberapa organisasi hak asasi manusia bahwa kepemimpinan Saudi berada di balik kematian Jamal Khashoggi, dan tidak dapat diharapkan untuk mengadakan pengadilan yang adil, lansir RT.com.

Berbicara kepada wartawan pada hari Jumat, Bozdag mengatakan kementeriannya “akan mengirimkan pendapat positif di sana mengenai pengalihan kasus tersebut,” menambahkan bahwa pihak berwenang Saudi telah secara resmi meminta langkah transfer sidang pembunuhan Jamal Khashoggi.

Menteri Turki juga menjelaskan bahwa jika pengadilan Saudi membebaskan para terdakwa pembunuhan Jamal Khashoggi, kasus tersebut dapat dilanjutkan di Turki.

Baca Juga: Inilah Sejarah Helm KYT di MotoGP yang Membawa Aleix Espargaro Raih Pole Position di GP Argentina 2022

Pengumuman Bozdag datang setelah seorang jaksa Turki pada hari Kamis menyerukan agar persidangan 26 tersangka Saudi, yang tidak ada di Turki, dihentikan dan dipindahkan ke Arab Saudi. Pejabat itu menjelaskan bahwa surat perintah penangkapan untuk para terdakwa tidak dapat dieksekusi, dan

pernyataan mereka tidak dapat diambil, meninggalkan persidangan dalam limbo.

Pengadilan Turki yang mendengarkan kasus tersebut meminta pendapat Kementerian Kehakiman, dan diperkirakan akan memutuskan pengalihan persidangan Kamis depan.

Sekitar waktu yang sama jaksa berbicara mendukung persidangan yang dipindahkan ke Arab Saudi, menteri luar negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, menggambarkan kepada wartawan keadaan hubungan saat ini antara Ankara dan Riyadh sebagai “stagnasi.”

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Twitter dan Para Aktivis di Timur Tengah

Sabtu, 19 November 2022 | 09:01 WIB

Elon Musk Curhat Twitter Ditinggal Pengiklan

Minggu, 6 November 2022 | 08:52 WIB
X