• Selasa, 24 Mei 2022

Omicron: Belanda Lockdown Mulai Minggu Pagi Ini

- Minggu, 19 Desember 2021 | 07:28 WIB
Sebuah keramaian di salah satu kota Belanda menjelang perayaan Natal 2021 (Instagram/netherlands.official)
Sebuah keramaian di salah satu kota Belanda menjelang perayaan Natal 2021 (Instagram/netherlands.official)

KLIKANGGARAN--Bar, kafe, dan semua kecuali toko yang paling penting akan tutup di Belanda hingga pertengahan Januari, karena negara itu melakukan Lockdown keras dalam upaya memperlambat penyebaran varian Omicron, lansir RT.

Pembatasan baru diumumkan oleh pemerintah pada Sabtu malam, setelah pertemuan darurat kabinet Perdana Menteri Mark Rutte sore itu. Lockdown direkomendasikan oleh Tim Manajemen Wabah Pemerintah.

"Konferensi pers mendadak pada hari Sabtu, empat hari setelah yang terakhir, tidak menunjukkan sesuatu yang baik," kata Rutte selama konferensi pers yang disiarkan televisi, sebelum menyampaikan berita buruk: "Belanda kembali lockdown, ditutup lagi."

Baca Juga: Wali Kota Ini Mengumumkan Kondisi 'Insiden Besar' terkait Omicron, Mengapa?

Dengan lockdown itu berarti mulai Minggu pagi, semua toko, layanan, dan tempat perhotelan akan tutup hingga 14 Januari, kecuali beberapa gerai penting seperti supermarket dan apotek. Bar dan kafe akan tutup, dan restoran hanya menyediakan makanan dibawa pulang. Sekolah, banyak di antaranya sudah selesai untuk Natal, akan ditutup.

Secara resmi, mereka yang merayakan Natal di rumah juga akan dikenai pembatasan. Selama lockdown, maksimal dua pengunjung per rumah tangga akan berlaku. Pengecualian akan dibuat untuk Hari Natal dan Malam Tahun Baru, hari terakhir yang biasanya dirayakan di Belanda dengan minuman, pesta, dan kembang api di rumah.

Belanda telah dikunci sebagian sejak akhir November, dengan masker wajah diperlukan di sebagian besar pengaturan dan "lokasi yang tidak penting" terpaksa ditutup antara jam 5 sore dan jam 5 pagi. Namun, pembatasan baru menandai pembatasan paling tajam pada kebebasan dan sosialisasi sejak negara itu memasuki penguncian keras kali ini tahun lalu.

Baca Juga: Seberapa Besar Dampak yang Bisa Ditimbulkan oleh Ledakan Sonik Pesawat Tempur?

Sementara jumlah rata-rata kasus baru yang dilaporkan setiap hari telah turun dari rekor 22.450 pada akhir November, negara itu masih mencatat rata-rata 15.000 infeksi baru setiap hari, naik dari hanya di bawah 10.000 saat terakhir kali negara itu melakukan penguncian keras.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Israel Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama

Sabtu, 21 Mei 2022 | 06:35 WIB

Rusia Tidak Akan Menggratiskan Gasnya!

Jumat, 20 Mei 2022 | 21:12 WIB
X