• Sabtu, 25 Juni 2022

Presiden Jokowi: Indonesia Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Optimis Jadi Pusat Ekonomi Syariah

- Jumat, 10 Desember 2021 | 20:29 WIB
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada peresmian pembukaan Kongres Ekonomi Umat Ke-2 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2021, di Jakarta, Jumat 10 Desember 2021 ( BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Presiden Jokowi memberikan sambutan pada peresmian pembukaan Kongres Ekonomi Umat Ke-2 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2021, di Jakarta, Jumat 10 Desember 2021 ( BPMI Setpres/Muchlis Jr)

KLIANGGARANPresiden Jokowi menyatakan, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu Presiden optimis Indonesia bisa menjadi pusat ekonomi syariah dunia pada 2024.

Optimisme Presiden Jokowi itu dingkapkannya saat memberikan sambutan pada peresmian pembukaan Kongres Ekonomi Umat Ke-2 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2021, yang digelar di The Sultan Hotel and Residence, Jakarta, Jumat 10 Desember 2021.

“Kita harapkan dengan jumlah penduduk terbesar, jumlah penduduk muslim terbesar di dunia sebesar 87 persen atau 207 juta jiwa, kita telah berkomitmen untuk menjadi pusat ekonomi syariah di tahun 2024 dan kita akan berusaha keras untuk itu,” ujar Presiden.

Baca Juga: Herry Wirawan Masih Diperbincangkan, Ini Isu Terbaru

Ekonomi syariah di Indonesia menurut Presiden Jokowi terus tumbuh dari waktu ke waktu. Selain itu semua sektor ekonomi syariah akan terus dikembangkan, seperti industri halal, keuangan syariah, keuangan sosial syariah, hingga kewirausahaan syariah.

“Semuanya akan kita dorong karena memang kita ini adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Ini saya ulang-ulang terus di mana-mana mengenai ini, agar negara lain tahu bahwa Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia,” ucapnya.

Baca Juga: Resmi, Jaksa Penuntut Umum Dakwa Selebgram Rachel Vennya Langgar UU Karantina Kesehatan

Dalam kesempatan itu juga Presiden Jokowi menyatakan sejumlah lembaga dunia seperti McKinsey, Bank Dunia, dan IMF memperkirakan Indonesia akan masuk ke peringkat 4 besar di tahun 2040-2045 mendatang.

“Tapi itu halangannya juga tidak kecil, tantangannya juga bukan tantangan yang mudah. Ada syarat-syarat kita untuk mencapai ke sana, sehingga perkiraan PDB kita saat itu di 2040-2045 kurang lebih 23.000-27.000 (dolar AS) income per kapita, masyarakat kita. Sebuah angka yang sangat besar sekali, tentu saja. Tapi, itu butuh kerja keras kita semuanya,” ujar Presiden.**

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X