Lima Rekomendasi Hasil FGD terkait Dugaan Kasus Kekerasan di SPN Dirgantara Batam

- Sabtu, 20 November 2021 | 19:16 WIB
FGD yang diadakan Tim Itjen Kemendikbudristek terkait dugaan kekerasan di SPN Dirgantara Batam (dok. Tim Itjem Kemendikbudristek)
FGD yang diadakan Tim Itjen Kemendikbudristek terkait dugaan kekerasan di SPN Dirgantara Batam (dok. Tim Itjem Kemendikbudristek)

KLIKANGGARAN--Tim Itjen Kemendikbudristek mengadakan Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas kasus kekerasan terhadap peserta didik yang terjadi di SPN Dirgantara Batam.

FGD yang difasilitasi Pemprov Kepulauan Riau tersebut digelar di lantai 3 ruang rapat Gedung Pemprov Kepulauan Riau, Kamis 18 November 2021.

FGD dihadiri oleh Itjen Kemendikbudristek, KPAI, Maarif Institute, LPMP Prov. Kepri, Inspektorat Provinsi Kepri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kepri, Dinas Pemberdayaam Perempuan dan Perlindungan Anak Prov. Kepri, KPPAD Kota Batam, dan Pemerhati Anak Prov, Kepri.

Baca Juga: Destinasi Wisata, Mengenal Tradisi Melukat di Bali, yuk

FGD yang berlangsung selama 3 jam tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Inspektorat Provinsi Kepulauan Riau dan menghasilkan lima rekomendasi sebagai berikut:

Pertama, Pembentukan Tim Khusus

Disepakati pembentukan tim khusus penanganan kasus kekerasan SPN Dirgantara Batam yang terdiri dari berbagai unsur, yaitu : Inspektorat Provinsi Kepri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Kepri, Dinas PPPA/PPKB Prov. Kepri, LPMP Prov. Kepri, KPPAD Kota Batam, dan Pemerhati Anak. KPAI dan Itjen Kemendikbud akan mendukung Tim tersebut. SK Pengangkatan tim akan ditandatangani Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau. Tim akan bekerja maksimal 3 minggu kedepan.

Kedua, Merumuskan Sanksi Pada Sekolah berdasarkan Hasil Audit dan Bukti Yang Diperoleh

Baca Juga: Selangkah lagi Marcus/Kevin Pertahankan Gelar Juara Indonesia Masters, Maju ke Final kalahkan Ganda Malaysia

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: Rilis KPAI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X