• Selasa, 24 Mei 2022

Tiga Menteri Ini Dinilai Sok Berkuasa, CBA Minta Jokowi Pecat Mereka

- Selasa, 9 November 2021 | 08:14 WIB
Koordinator investigasi CBA, Jajang Nurjaman (Dok.Klikanggaran.com/BudiS)
Koordinator investigasi CBA, Jajang Nurjaman (Dok.Klikanggaran.com/BudiS)

KLIKANGGARAN - Center for Budget Analysis (CBA) meminta Presiden Joko Widodo dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera bertindak tegas kepada tiga menterinya.

Adapun tiga menteri yang dimaksud CBA yakni Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Tohir, dan Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar.

Menurut CBA, Presiden Joko Widodo sudah selayaknya memecat ketiga menteri tersebut karena sejumlah kasus yang menyeret ketiganya.

"Luhut dan Erick Tohir diduga menggunakan kekuasaaannya untuk menjalankan proyek PCR, dan Kemendes di bawah Abdul Halim Iskandar terdapat dugaan kasus jual beli jabatan untuk eselon I dan II," kata Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman seperti pernyataannya diterima Klikanggaran.com, Senin malam, 08 November 2021.

Baca Juga: Peran Polisi Wanita Sangat Luas, Persamaan Gender di Kepolisian Perlu Didorong

Pemecatan atas tiga menteri bermasalah ini menurut Jajang, penting dilakukan sebagai wujud komitmen Joko Widodo dalam semangat pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Selain itu hal ini juga agar KPK lebih leluasa dalam melakukan penyelidikan atas dugaan praktik kotor proyek PCR dan jual beli jabatan," sambungnya.

Menteri luhut memiliki keterkaitan dengan PT GSI yang memenangkan tender PCR melalui PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtera sebagai salah satu pemegang saham PT GSI, sedangkan Menteri Erick Tohir memiliki keterkaitan dengan PT GSI melalui Yayasan Adaro Bangun Negeri.

Baca Juga: Penyusunan Renstra Kemenkominfo Tidak Tertib, Ada Kekurangan Penerimaan Negara dari Denda Keterlambatan

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X