• Kamis, 30 Juni 2022

Tahura Senami Perlu Dilestarikan, Kabid Tahura Batang Hari Kerahkan Personil Lakukan Patroli Berkelanjutan

- Selasa, 2 November 2021 | 21:51 WIB
Kepala Bidang Tahura pada Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Batang Hari, Kurniawan (Klikanggaran/anuza)
Kepala Bidang Tahura pada Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Batang Hari, Kurniawan (Klikanggaran/anuza)

KLIKANGGARAN -- Kondisi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin Senami, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi sampai sekarang sangat memperihatinkan. Perambahan dan penebangan liar di Tahura Senami makin marak.

Dari luas Tahura yang diresmikan sejak 2001 seluas 15.830 hektar, sudah mencapai 12. 000 hektar atau 85 persen telah dirambah, dialih fungsikan menjadi perkebunan sawit dan karet oleh masyarakat. Sekarang tersisa sekitar 15 persen yang masih utuh.

Hal ini di ungkapkan oleh Kepala Bidang Tahura pada Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Batang Hari, Kurniawan, di kantornya kepada klikanggaran, pada Selasa, 2 November 2021.

"Tahura Senami padahal merupakan satu-satunya kawasan pelestarian alam di Batang Hari. Apa yang terpikirkan oleh kita ketika orang berbicara tentang Tahura? Tentu orang akan membayangkan hutan yang lebat, dilengkapi dengan satwa yang beranekaragam," ungkap Kurniawan. 

Baca Juga: Hari Pertama Jerman Open 2021, Gregoria Mariska Tunjung dan Tiga Pemain Indonesia Maju Babak Kedua,

Akan tetapi, perambahan dan penebangan liar justru kian parah di kawasan hutan tersebut, dan untuk menyikapi persoalan ini Dinas LH Kabupaten Batang Hari, dalam hal ini Bidang Tahura dalam beberapa Minggu ini dan seterusnya giat melaksanakan patroli di kawasan Tahura Senami dengan tujuan untuk menjaga kelestarian hutan tersebut.

"Tugas utama kita untuk pengamanan Tahura, bisa mencegah kebakaran hutan, mencegah perambahan hutan, dengan patroli tersebut setidaknya ada keberadaan kita di kawasan Tahura Senami tersebut," papar Kurniawan.

Kedepannya target kita untuk penanaman reboisasi, sesuai yang ada pada RPJP Kabupaten Batang Hari ada 1 persen per tahun atau 100 hektar per tahun untuk penanaman kembali lahan yang sudah gundul dan lahan kritis.

Baca Juga: Ganti Rugi Lahan Wilayah Batu Urip Kota Lubuklinggau Rp3,1 Miliar

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X