• Selasa, 16 Agustus 2022

LPPHI Minta KLHK Buka Audit Lingkungan Pencemaran Limbah B3 TTM di Blok Rokan ke Publik

- Jumat, 29 Oktober 2021 | 19:21 WIB
Dokumentasi LPPHI untuk sidang limbah Blok Rokan (Dok.Klikanggaran.com/LPPHI)
Dokumentasi LPPHI untuk sidang limbah Blok Rokan (Dok.Klikanggaran.com/LPPHI)

KLIKANGGARAN - Lembaga Pengawas Perusak Hutan Indonesia (LPPHI) telah mengajukan konsep pemulihan fungsi lingkungan hidup akibat pencemaran limbah bahan berbahaya beracun (B3) tanah terkontaminasi minyak (TTM) di Wilayah Kerja Migas Blok Rokan di Provinsi Riau.

Pengajuan LPPHI tersebut ditujukan kepada PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), SKK Migas, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pemerintah Provinsi Riau cq Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau.

Di dalam konsep pengajuan, LPPHI antara lain meminta dibentuknya Tim Pengawas pelaksanaan pemulihan fungsi lingkungan hidup. LPPHI pun telah menyatakan meminta Tim Pengawas beranggotakan delapan orang.

Baca Juga: Pemanfaatan Dermaga PT Inhutani III di Sampit Tanpa Perjanjian, Pendapatan Sewa Hilang?

LPPHI pun telah mengajukan empat nama sebagai anggota Tim Pengawas. Keempatnya yakni DR. Augustinus Hutajulu, S.H., C.N., M.Hum dari unsur LPPHI, DR. Elviriadi, S.Pi., M.Si. dari unsur akademisi, DR. Achmad Sjarmidi dari unsur ahli lingkungan hidup serta Harijal Jalil LSM Tropika Riau dari unsur Lembaga Swadaya Masyarakat.

Selain itu, dalam konsep tersebut, LPPHI juga mengusulkan tugas-tugas Tim Pengawas. Secara garis besar, tugas Tim Pengawas adalah memastikan pelaksanaan pemulihan fungsi lingkungan hidup tersebut berjalan sesuai peraturan perundang-undangan.

LPPHI juga menyatakan melarang limbah tersebut dibawa keluar dari Wilayah Provinsi Riau untuk dipulihkan karena pengangkutan limbah tersebut ke luar Wilayah Provinsi Riau berpotensi mengakibatkan terjadinya ceceran limbah tersebut.

Baca Juga: Tidak Cermat dalam Evaluasi, PT Inhutani III Belum Terima Pendapatan Jasa Rp 11,2 Miliar

LPPHI juga menyarankan agar pemulihan limbah B3 TTM tersebut memprioritaskan penggunaan metode injeksi. Menurut LPPHI, metode injeksi terbukti paling aman dari sisi lingkungan serta efisien dari sisi waktu dan biaya. Selain itu, PT CPI sudah mengaplikasikan metode injeksi tersebut sejak tahun 2000 hingga tahun 2017.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bupati Luwu Utara Dorong Pemuda Jadi Petani Milenial

Senin, 15 Agustus 2022 | 20:42 WIB
X