• Senin, 17 Januari 2022

Soal Tuntutan Jaksa, Juarsah Yakin Tak Senasib dengan Pendahulunya

- Sabtu, 9 Oktober 2021 | 08:11 WIB
Momen Ahmad Yani dan Juarsah saat Pilkada Muara Enim 2018 (dok.beritaone.com)
Momen Ahmad Yani dan Juarsah saat Pilkada Muara Enim 2018 (dok.beritaone.com)

Palembang, Klikanggaran.com - Bupati Muara Enim non aktif, Juarsah nampak yakin dan optimis atas pendirianya, jika ia tak terlibat dalam lingkaran kasus fee proyek jalan di Dinas PUPR Muara Enim.

Juarsah tidak mempermasalahkan tuntutan jaksa yang menuntutnya 5 tahun penjara, dan membayar denda sebesar Rp300 juta, serta pidana tambahan berupa uang pengganti sebanyak Rp4 miliar.

"Tidak masalah, soalnya di sidang tidak seperti itu. Di sidang tidak ada satupun bukti saya menerima. Saya tetap berkomitmen tidak ada gratifikasi," kata Juarsah pada wartawan.

Baca Juga: Serangan Bom Bunuh Diri di Masjid Syiah di Kunduz Afganistan, 46 Orang Tewas, 140 Orang Terluka

Pernyataan Juarsah tersebut mengingatkan publik pada saat namanya pertama kali disebut atau dikaitkan dalam pusaran kasus fee proyek tersebut. Dimana, pada wartawan, Juarsah sempat mengancam akan menuntut pihak-pihak yang telah memfitnah dirinya.

Baca Juga: Terjadi Lagi??? Facebook, Instagram, Facebook Messenger, dan WhatsApp Offline Dua Kali dalam Seminggu

Pada kasus ini, pendahulu Juarsah, yakni, mantan Bupati Muara Enim, Ahmad Yani divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Palembang. Ahmad Yani dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan dalam kasus suap proyek.

Baca Juga: Indonesia Dijatuhi Sanksi Badan Anti Doping Dunia (WADA): Berikut Klarikasi Menpora

Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp2,1 miliar subsider 8 bulan penjara. Hingga pada tingkat kasasi, hukuman Ahmad Yani diperberat MA menjadi 7 tahun penjara.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Bumi Banten Kembali Mengguncang Pagi Ini

Senin, 17 Januari 2022 | 08:13 WIB
X