• Minggu, 5 Desember 2021

Banjir di Pemprov DKI Jakarta Tak Sudah-Sudah, Ternyata Ini Penyebabnya

- Senin, 20 September 2021 | 17:03 WIB
Operasional Jaringan Drainase Perkotaan Pemprov DKI Jakarta (Dok.klikanggaran.com/KR)
Operasional Jaringan Drainase Perkotaan Pemprov DKI Jakarta (Dok.klikanggaran.com/KR)

Jakarta, Klikanggaran.com – Seperti diketahui, banjir masih menjadi PR besar bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Pemerintah telah menjalankan sejumlah program kerja guna menanggulangi banjir di Ibu Kota, namun hingga hari ini masalah banjir belum juga usai.

Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang dihadapi Pemprov DKI Jakarta dalam mengatasi banjir, mungkin ada baiknya kita cermati temuan di bawah ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI terhadap integrasi Sistem Drainase dan operasional infrastruktur pengendali banjir Pemprov DKI Jakarta, diketahui permasalahan sebagai berikut:

Baca Juga: Berlaku Mulai Oktober, Korlantas Polri: Jogja Jadi Pilot Project Digitalisasi Ranmor

a. Sistem Drainase Perkotaan di DKI Jakarta belum seluruhnya terintegrasi. Diketahui, pengintegrasian drainase di DKI Jakarta baru dapat dimonitor untuk Sungai/Kanal dan saluran Phb yang digambarkan dalam peta rencana kota DKI Jakarta dan belum termasuk saluran mikro dan saluran lokal. Pemprov DKI Jakarta belum bisa memastikan sejauh mana pengintegrasian antara saluran makro dan saluran PHB dengan saluran mikro dan saluran lokal dalam permukiman atau Kawasan.

b. Kapasitas saluran drainase belum sesuai Trase Perencanaan. Hasil analisa dokumen dan diskusi dengan Kepala Sudin SDA 5 wilayah DKI Jakarta menunjukkan bahwa kapasitas saluran drainase di DKI Jakarta belum sesuai dengan trase yang digambarkan dalam peta RDTR.

Baca Juga: APBD-P 2021 Diproyeksi Naik Rp77 Miliar, Wabup PALI Keluhkan Hal Ini!

c. Sistem drainase belum dilengkapi dengan pompa dan pintu air yang memadai. Hasil pemeriksaan dokumen diketahui bahwa pembangunan polder direncanakan sebanyak 47 polder di seluruh DKI Jakarta, namun pelaksanaannya telah terbangun 36 polder dan 10 polder di antaranya memerlukan peningkatan kapasitas pompa. Sehingga masih ada 11 polder yang belum dibangun yaitu polder Sunter Timur I.B, Sunter Timur II Kebantenan, Sunter Timur II KBN, Sunter Timur II Petukangan, Marunda – Rorotan 1, Marunda – Rorotan 2, Marunda – Metland 1, Marunda – Metland 2, Kamal – Tanjungan, dan Komplek Dewa Kembar.

Baca Juga: NOC Pemkab Batang Hari Belum Berfungsi Optimal, Kalau Data Hilang Gimana?

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Erupsi, Ini Sejarah Panjang Letusannya

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:46 WIB

Status Gunung Semeru Level II, Ini Rekomendasi BPNB

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:13 WIB
X