• Minggu, 5 Desember 2021

Menurut Pengamat Kemaritiman, Pembangunan Pelabuhan Harus Pertimbangkan Kebutuhan Masyarakat

- Senin, 13 September 2021 | 10:27 WIB
Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa M. Mar, Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan AKKMI (Dok.klikanggaran.com/AKKMI)
Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa M. Mar, Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan AKKMI (Dok.klikanggaran.com/AKKMI)

Jakarta, Klikanggaran.com – Seorang pengamat mengatakan, kepelabuhanan memiliki arti yaitu segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi pelabuhan. Antara lain untuk menunjang kelancaran, keamanan, dan ketertiban arus lalu lintas kapal, penumpang, dan barang. Selain itu, juga menyangkut keselamatan dan keamanan berlayar, tempat perpindahan intra/dan antar moda, serta mendorong perekonomian nasional dan daerah dengan tetap memerhatikan tata ruang wilayah.

Pelabuhan sebagai tempat yang terdiri atas daratan dan perairan dengan batas-batas tertentu, adalah untuk tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan.

Pelabuhan dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik dan turun penumpang, dan atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan pelayaran dan kegiatan penunjang Pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi.

Baca Juga: Perundungan atau Bullying? Stop Dua-Duanya!

Karena itu, kualitas pelabuhan yang baik akan mampu meningkatkan perekonomian Indonesia. Tak berlebihan pula jika di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, sangat gencar mengembangkan infrastruktur pelabuhan. Apalagi dengan adanya program tol laut yang dicanangkan pemerintahan saat ini. Di samping peningkatan kepelabuhan, persoalan sumber daya manusia untuk penanganan pelabuhan juga ikut ditingkatkan kualitasnya.

Demikian disampaikan oleh pengamat Keselamatan dan Keamanan Maritim di Indonesia, yang juga menjabat sebagai salah satu pengurus Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Ahli Keselamatan dan Keamanan Maritim Indonesia (AKKMI). Ia adalah Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa M. Mar.

“Sangatlah penting memperbaiki infrastruktur kepelabuhan selain juga persoalan keselamatan dan keamanaan dalam pelayaran,” tutur Capt. Hakeng, begitu sapaannya, kepada media, Minggu (12/9/2021).

Baca Juga: Puisi Basi untuk Sang Maha

Ia mengungkapkan bahwa peran sektor transportasi laut untuk perekonomian Indonesia belum terlalu besar. Bisa diartikan masih terjadi kekurangefisiensian logistik kelautan dan persaingan angkutan kapal nasional masih rendah. Kedua, inefisiensi logistik laut dan rendahnuya daya saing angkutan kapal nasional.

Halaman:

Editor: Kitt Rose

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gunung Semeru Erupsi, Ini Sejarah Panjang Letusannya

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:46 WIB

Status Gunung Semeru Level II, Ini Rekomendasi BPNB

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:13 WIB
X