• Senin, 23 Mei 2022

Begini Skenario Lumpuhkan 997 Petani Sawit, Kapolri Harus Berantas Mafia Tanah di Sektor Perkebunan

- Senin, 14 Juni 2021 | 18:58 WIB
images (10)
images (10)


Jakarta,Klikanggaran.com - Ancaman kriminalisasi terhadap Ketua Koperasi Petani Sawit Makmur (Kopsa-M), Desa Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar, Riau, yang sedang memperjuangkan hak-hak kolektif 997 petani, semakin meningkat setelah Kopsa-M bersama Aliansi Keadilan Agraria-SETARA Institute melaporkan dugaan korupsi di PTPN V ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 25 Mei 2021, dan Laporan dugaan tindak pidana penyerobotan lahan ke Bareskrim Polri pada 27 Mei 2021, yang diduga melibatkan perusahaan tertentu, yang saat ini beroperasi tanpa izin atau ilegal di lahan seluas 400 hektar milik petani.


Ancaman kriminalisasi ini dilakukan oleh Polres Kampar dengan me-reaktivasi kasus yang direkayasa oleh pihak yang terganggu.


Proses kriminalisasi bermula dari penolakan anggota Kopsa-M terhadap surat yang disampaikan seseorang berinisial HTP kepada semua anggota Kopsa-M tertanggal 25 September 2020, berisikan permintaan dirinya untuk menjadi Ketua Kopsa-M periode 2020-2021.


Anggota Kopsa-M menduga HTP, yang pernah dipenjara karena kasus penyerobotan lahan dan pemalsuan surat tanah milik keluarga petinggi negeri ini, memiliki i’tikad tidak baik karena ingin menutupi dugaan penyerobotan Kebun petani Anggota Kopsa-M yang dilakukannya serta menguasai seluruh kebun yang dikelola oleh Kopsa-M saat ini.


Di tahun yang sama, masuklah seseorang berinisial HST yang mengaku sebagai pengacara dan anggota Kopsa-M dengan memalsukan identitas anggota Kopsa-M  lainnya untuk memperoleh kuasa dari Pengurus Kopsa-M. Alih-alih memberikan nasehat hukum dan melakukan upaya-upaya hukum, HST justru melakukan demonstrasi di lahan milik petani yang dikuasai perusahaan tertentu. 


Selanjutnya, pada 15 Oktober 2020 HST menunjukkan kepada publik bahwa dirinya mendapat izin dari seseorang yang diklaim sebagai Kapolres Kampar untuk melakukan demonstrasi di lahan petani Anggota Kopsa-M yang dikuasai oleh PT. LH milik HTP di Desa Pangkalan Baru, Siak Hulu, Kampar.


Pada tanggal 15 Oktober 2020, sekira pukul 18.06. Wib. bersama sekira 400 orang, HS memasuki lahan yang dikuasai PT. LH, melalui jalan desa dimana Kantor Polsek Siak Hulu berada, dan bertemu dengan Kepala Desa setempat berinisial YE, seperti pernyataan yang bersangkutan di banyak media massa. Pergerakan massa di tengah pandemi Covid-19 dibiarkan oleh YE selaku Kepala Desa setempat dan Polsek Siak Hulu tanpa melakukan pencegahan apapun.


Di tengah lokasi, HST beserta rombongannya mematikan lampu dan menyuruh orang-orang yang diduga karyawan PT. LH keluar dari barak/mess dan menuju Kantor Kepala Desa. Karena kondisi hujan, karyawan baru bisa kembali di pagi harinya dan bekerja seperti biasa. Jadi, narasi tentang perusakan dan penjarahan secara bersama-sama adalah cerita fiktif yang sengaja dibuat dan diatur secara sistematis dengan tujuan seolah-olah Ketua Kopsa-M yang menjadi otak pelaku perusakan dan penjarahan, sehingga mudah untuk dilumpuhkan dan Kopsa-M beralih kepemimpinan kepada pihak HTP dan orang-orang yang terlibat dalam penyerobotan lahan petani anggota Kopsa-M.


Selanjutnya, peserta aksi keluar dari lahan petani yang dikuasai PT. LH dan menunggu di suatu tempat. Sedangkan di tempat terpisah HST dan pengacara PT. LH berinisial P, manajer berinisial  KR, perwakilan HTP berinisial ES, dan beberapa orang diduga anggota Polri, duduk bersama sambil meminum kopi dan bercengkrama akrab sekira pukul 02.00 dini hari. Setelah pertemuan tersebut HS kembali menemui peserta aksi di lokasi yang menjadi titik kumpul untuk membagikan uang.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

Dilema Puan Menjadi Presiden

Kamis, 21 April 2022 | 04:39 WIB

Kios SIAPkerja (Kasus BPVP Kabupaten Sidoarjo)

Rabu, 13 April 2022 | 13:33 WIB

Konsep Frasa Crazy Rich dan Orang Kaya

Selasa, 29 Maret 2022 | 16:48 WIB

Mandalika dan Penciptaan Lapangan Kerja

Selasa, 29 Maret 2022 | 13:06 WIB

Berkawan Akrab dengan Kehilangan

Rabu, 23 Maret 2022 | 08:14 WIB
X