• Selasa, 29 November 2022

Donald Trump Telah Menjadi Aset Rusia sejak 40 Tahun Lalu: Mantan Agen KBG

- Minggu, 31 Januari 2021 | 09:25 WIB
donald trump
donald trump


(KLIKANGGARAN)--Sebuah buku berjudul “American Kompromat” membongkar sisi gelap Donald Trump. Buku yang ditulis oleh Craig Unger dan diterbitkan Penguin Publishing Group tahun 2021 menyebutkan Trump sebagai aset Rusia selama puluhan tahun.


Berikut  petikan terjemahan isi buku tersebut yang menggambarkan kondisi ketika Amerika diperintah oleh Trump:


Itu adalah saat-saat terburuk — seperti dalam A Tale of Two Cities karya Dickens, tetapi tanpa harapan dan cahaya. Itu adalah zaman kebodohan, musim kegelapan, musim dingin keputusasaan. Amerika telah berada di jalan menuju otoritarianisme, dan langkahnya tidak pernah berhenti. Ada kekacauan, kekacauan, dan ketidakpastian di seluruh Amerika Serikat. Demokrasi telah tergantung pada keseimbangan, dan itu tergantung pada seutas benang. Seluruh negeri gelisah, masih menunggu hasil akhir.


Bangsa itu terpolarisasi sedemikian rupa sehingga belum pernah terjadi sejak Perang Saudara. Sebuah garis telah ditarik. Anda berada di satu sisi atau sisi lain. Kami melawan mereka.


Mantan mata-mata KGB, Yuri Shvets, mengungkapkan bahwa Donald Trump telah menjadi aset Rusia selama 40 tahun lebih. Mantan Presiden Amerika ini dilirik agen Rusia sejak menikah dengan Ivana Zelnickova.


Dilansir Guardian, Sabtu (30/1) Yuri Shvets dikirim ke Washington oleh Uni Soviet pada 1980-an membandingkan Donald Trump dengan 'The Cambridge Five' sebuah jaringan mata-mata Inggris yang memberikan rahasia ke Moskow selama perang dunia kedua dan awal perang dingin.


-


Pria berusia 67 tahun ini adalah sumber utama sebuah buku 'American Kompromat' oleh jurnalis Craig Unger. Dimana Craig juga menulis House of Trump, House of Putin, yang membahas hubungan presiden dengan pemodal yang dipermalukan Jeffrey Epstein.


"Ini adalah contoh dimana orang direkrut ketika mereka masih pelajar dan kemudian mereka naik ke posisi penting, sesuatu seperti ini terjadi dengan Trump," kata Shvets melalui saluran telepon dari rumahnya di Virginia.

Halaman:

Editor: Nisa Muslimah

Tags

Terkini

Keniscayaan Pemberantasan Peredaran Narkoba

Sabtu, 19 November 2022 | 20:20 WIB

Perubahan Pola Marketing

Jumat, 14 Oktober 2022 | 22:31 WIB

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB
X