• Jumat, 2 Desember 2022

Netanyahu Mengadu Domba Orang Yahudi dengan Orang Yahudi Lagi

- Kamis, 3 September 2020 | 13:25 WIB
protes israeli
protes israeli




Netanyahu dan para pengikutnya menggambarkan puluhan ribu pengunjuk rasa yang berkumpul di depan pintu kediaman resminya di Yerusalem pada setiap minggu sebagai sekelompok "penghasut" yang berniat untuk menggulingkannya dan menghilangkan hak politiknya. Ini adalah "orang-orang suku kulit putih" yang sama yang dia tuduh dengan bisikan keras di telinga Kepala Rabbi Sephardic yang sudah tua pada tahun 1997 karena "melupakan apa artinya menjadi Yahudi" karena kegemaran mereka terhadap nilai-nilai Barat, liberal dan politik sayap kiri.





Menggunakan putranya yang kurang ajar, Yair, sebagai juru bicara, Netanyahu dengan cepat mengatasi gelombang setiap kontroversi publik de jour dan memanfaatkannya menjadi hasutan melawan "elit Ashkenazi" – padahal adalah fakta bahwa ayahnya lahir di Warsawa dan menjadi profesor universitas di Amerika Serikat.





Penggunaan terakhirnya atas taktik sinis ini melibatkan perseteruan antara kota timur Beit She'an dan kibbutz dekat Nir David terkait akses ke bagian Sungai Hasi yang mengalir melalui komunitas.





Alih-alih mengusulkan solusi untuk masalah sosial ekonomi yang telah berlangsung puluhan tahun yang telah mengadu domba Yahudi Mizrahi yang tinggal di perumahan sempit melawan kibbutzim yang didominasi Ashkenazi yang diberkahi dengan tanah, Netanyahu, yang memiliki vila tepi laut di Kaisarea, mengipasi api. Putranya Yair men-tweet menyerang pendiri kibbutzim dan negara, menyebut mereka "komunis terkutuk yang mencuri setengah tanah negara dengan mengorbankan kota-kota pembangunan", mengacu pada kota-kota yang dibangun untuk imigran Mizrahi pada 1950-an.





Gerakan Kibbutz, yang telah lama dianggap sebagai benteng politik sayap kiri di Israel, menyerang balik, menyoroti peran perintisnya. "Sementara anak-anak dari kibbutzim di Galilea duduk di tempat penampungan, gelandangan dari Balfour menganggap pantas untuk memfitnah kami," tulisnya di Facebook, merujuk pada Netanyahu muda yang menganggur yang tinggal di kediaman resmi perdana menteri di Balfour Street, Yerusalem. "Kami tidak akan pergi kemana-mana. Jika ada yang harus pindah, itu adalah Anda dari Balfour."

Halaman:

Editor: R Adhitya

Tags

Terkini

Keniscayaan Pemberantasan Peredaran Narkoba

Sabtu, 19 November 2022 | 20:20 WIB

Perubahan Pola Marketing

Jumat, 14 Oktober 2022 | 22:31 WIB

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB
X