• Sabtu, 1 Oktober 2022

Betulkah Orang Miskin Sumber Penyakit Corona?

- Sabtu, 28 Maret 2020 | 17:24 WIB
PicsArt_03-28-05.23.16
PicsArt_03-28-05.23.16



https://youtu.be/H-OZSxntSyQ
Jubir Covid-19: Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya.



Jakarta,Klikanggaran.com - Terlintas sebuah semangat solidaritas yang keluar di ujung paparan jubir COVID-19, Achmad Yurianto. “Yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya.” Pada siaran langsung di BNPB, Jumat (27-3).


Namun kata-kata terakhir justru menimbulkan perdebatan. Betulkah orang miskin sumber penyakit COVID-19/Corona? Ini adalah anggapan yang bias kelas, dan harus dibantah secara objektif.


Penyebaran virus Corona dapat terjadi akibat kontak antara manusia. Secara logika sederhana kontak terjadi didorong oleh interaksi manusia salah satunya akibat aktivitas perjalanan lintas negara. Apakah orang miskin mampu melakukan travelling lintas negara? Dalam kategori miskin yang artinya pendapatannya di bawah garis kemiskinan atau Rp 440 ribu per kapita, ajaib orang miskin bisa berkelana ke China atau ke negara lain bahkan sebelum COVID-19 tersebar.


Tiket pesawat ke China paling murah misalnya Rp 4,5 juta sekali jalan. Bagi orang miskin yang jelas untuk makan saja susah, menunggu bantuan pemerintah dan belas kasihan dari lembaga sosial, apalagi memesan tiket pesawat macam Garuda Indonesia.


Faktanya, bos Garuda Indonesia sendiri yang mengatakan secara gamblang bahwa muncul keanehan ketika negara seperti Singapura sudah membatasi penerbangan, dan menerapkan karantina bagi WNA pendatang, justru tiket pesawat menuju Singapura menjadi penuh. Kemungkinan besar jubir COVID-19 dan pembantunya tak menyiapkan salinan informasi dari Garuda Indonesia. Ini artinya penyebaran COVID-19 dilihat dari data kelas sosial, lebih disebabkan kaum urban menengah atas, yang kerap susah disuruh lockdown di rumah masing-masing.


Untuk kasus nasional, jika ditinjau dari populasi penduduk yang positif terkena COVID-19, sebanyak 57% atau 598 orang dari 1,046 kasus ada di DKI Jakarta (27/3). Sedangkan angka kemiskinan di Jakarta hanya 3,42%. Jadi benarkah cara solidaritas orang miskin jangan menulari orang kaya? Bukan sebaliknya? Orang kaya yang justru berdosa menyebarkan virus ke orang miskin lewat pelesiran ke luar negeri.


Sayangnya logika pemerintah untuk mengurus kaum papa di Indonesia bisa dibilang terbolak-balik.


Jelas sudah bahwa logika kelas dalam perspektif solidaritas salah total. Penyebar utama Covid-19 bisa sampai ke Indonesia adalah golongan elit, sebagian pejabat, dan orang-orang kaya yang hobinya travelling keluar negeri. Maka imbauan Jubir COVID-19 perlu dilengkapi lagi yaitu “si kaya juga jangan malah ke luar negeri, lalu bawa virus ke Indonesia, kasihan yang miskin sudah sengsara, tambah dibuat sengsara oleh si kaya.”


Sayangnya logika pemerintah untuk mengurus kaum papa di Indonesia bisa dibilang terbolak-balik. Misalnya terkait stimulus ekonomi, paket pertama tidak nyambung sama sekali ketika membahas diskon tiket pesawat, dan dana influencer. Berlanjut ke paket kedua, soal banyak sekali insentif fiskal yang diberikan kepada perusahaan kakap. Sebelum ada COVID-19, sebagai catatan pemerintah memberikan insentif fiskal, tercatat dalam belanja pajak mencapai Rp 221 triliun. Walaupun hasilnya belum juga dirasakan ke serapan tenaga kerja dan pertumbuhan industri, bisa dikatakan banyak pajak yang dinikmati orang-orang kaya pemilik pabrik.

Halaman:

Editor: M.J. Putra

Tags

Terkini

Napoleon Saja Dikalahkan Rusia, Apalagi...

Senin, 19 September 2022 | 21:38 WIB

Pesantren, Pseudo Pesantren, dan Tantangannya

Jumat, 16 September 2022 | 21:26 WIB

Cara Menghadirkan Sebanyak Mungkin Polisi di Lapangan

Kamis, 25 Agustus 2022 | 08:07 WIB

Pemilu 2024 dan Pendidikan Politik Kaum Milenial

Jumat, 19 Agustus 2022 | 21:22 WIB

Refleksi Hari Kemerdekaan, Kaum Muda Bisa Apa?

Rabu, 17 Agustus 2022 | 21:38 WIB

SATGASSUS

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:45 WIB

23 Juni 2022, UTBK dan Masa Depan NU

Kamis, 23 Juni 2022 | 08:22 WIB
X