• Rabu, 26 Januari 2022

Inilah Alasan Mengapa Karmawibangga Candi Borobudur Ditutup

- Selasa, 28 Desember 2021 | 08:49 WIB
Ilustrasi (Pixabay/mmg58)
Ilustrasi (Pixabay/mmg58)

KLIKANGGARAN-- Program studi Seni Rupa dan Desain Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) membuat proyek hasil penelitian Hendy Hertiasa yang juga dosen di jurusan yang sama tentang pembuatan animasi relief Candi Borobudur dengan memanfaatkan teknologi IT berbasis smartphone.

Banung Grahita, Ketua Prodi Seni Rupa dan Desain Fakultas Seni Rupa ITB, menambahkan bahwa rilief Candi Borobudur dibuat animasi dengan tujuan mengenalkan tokoh-tokoh dalam relief Borobudur. Dengan demikian, harapannya adalah animasi relief Borobudur tidak kalah menarik dibanding dengan dunia hiburan. Hanya saja perlu dipahami bahwa animasi di sini tidak berarti relief itu dibuat film animasi, tandasnya.

Cara kerja proyek animasi ini memang belum banyak diketahui oleh masyarakat. Hendy Hertiasa selaku peneliti mencontohkan dalam relief Candi Borobudur ada tokoh yang menunjukkan gestur berbicara. Dari tokoh itu kemudian dibuat animasi 4 gerakan orang yang selayaknya ketika berbicara sehingga tokoh itu seolah-olah hidup dan menarik dilihat.

Baca Juga: Antisipasi Kunjungan Wisata di Tahun Baru, BIN Sumsel Gelar Vaksinasi di Kawasan Wisata dan Desa Terpencil

Contoh lainnya menurut Hendy Hertiasa adalah animasi relief karma buruk yang ada di Karmawibangga Candi Borobudur yang terdiri dari 4 babak atau 4 adegan. Relief ini cara membacanya dari kanan kekiri, pintanya.

Dalam relief Karmawibangga itu (sekarang terpendam) adegan pertama dunia dengan segala isinya flora dan fauna, adegan kedua sekelompok orang menjala ikan, adegan ketiga orang direbus di nekara.

Dr. Pindi Setiawan dan Banung Grahita, PhD memberi materi sebelum peserta menggunakan aplikasi animasi ke relief Borobudur (Dok. Istimewa)

Interpretasi dari reilief itu dunia ini dipenuhi dengan alam dan seisinya tetapi jika orang mengeksploitasi alam (menjala ikan) maka karma buruk yang didapat yakni bencana (direbus).

Ketiga adegan dalam relief Borobudur itu agar mudah dipahami oleh masyarakat dengan cara setiap adegan dipertegas dengan warna yang mencolok dengan disertai keterangan yang memadai tentang gambar dalam adegan tersebut. Dengan demikian user atau pengguna akan dapat memahami relief dengan mudah.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NU Perlu Membuat Sekolah Tinggi Perfilman Usmar Ismail

Minggu, 23 Januari 2022 | 14:43 WIB

Seni dalam Organisasi

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:00 WIB

Juragan99 Sebut Persib Alay, Viking Meradang

Rabu, 22 Desember 2021 | 15:20 WIB
X