• Senin, 23 Mei 2022

Menjemput Ajal Bersama Nyai Sampur

- Rabu, 8 Desember 2021 | 16:50 WIB
Rumah Tunggu Kematian (YouTube Mohd Agoes Aufiya)
Rumah Tunggu Kematian (YouTube Mohd Agoes Aufiya)

Lalu bagaimana dengan lelaki tua itu tadi? Disana di ceritakan bahwa lelaki tua itu tidak lagi di beri makan. Lelaki tua itu hanya diberikan air Gangga selama tiga kali sehari itupun hanya tetesan sedikit sekali, yaitu jam 10 pagi, jam 11 siang dan jam 3 pagi dan diberikan Tulsi (tanaman herbal yang biasa digunakan untuk pengobatan tradisional India) makanan lain yang boleh diberikan hanya sekedar juice. Tidak boleh makanan padat atau roti.

Baca Juga: Siap-Siap, Ganjil Genap akan Diberlakukan di Jalan Tol selama Libur Nataru 2021

Itupun jumlahnya sangat terbatas. Menurut kepercayaan mereka hal itu dilakukan untuk membersihkan dari semua kotoran dan dosa. Biasanya para penjemput ajal ini tidak akan lebih dari tiga atau empat hari, mereka akan meninggal, dan jenasah mereka akan di kremasi lalu di larung ke sungai Gangga.

Sebuah kesetiaan mereka pada iman yang mereka pegang teguh, karena secara nalar, mungkin saya tidak akan sanggup, atau jika saya mengantar orang yang saya cintai ke rumah tunggu kematian itu, dipastikan saya tidak akan sanggup. Hanya iman yang membuat mereka disanggupkan.

Baca Juga: Ternyata, ada Pebutangkis Indonesia yang tetap ikut Kejuaraan Dunia BWF, meskipun pemain pelatnas PBSI Mundur.

Tentang menjemput ajal adalah misteri yang membuat kita lebih berpikir mempersiapkan diri dengan dekat kepada Tuhan, atau adakah dibelahan bumi ini tatkala berpikir tentang menjemput ajal mereka makin berpikir tentang kejahatan dan dosa?? Ah… entahlah…

Salam damai semesta…***

Penulis: Nyai Sampur

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kafarat Jima' di Siang Hari pada Bulan Ramadhan

Jumat, 29 April 2022 | 08:42 WIB

Ramadan dan Penguatan Kohesi Sosial

Jumat, 8 April 2022 | 13:27 WIB
X