• Selasa, 24 Mei 2022

Tertarik Mengajar di Bimbel? Yakin? Yuk, Cek Dulu Seluk-Beluk Menjadi Guru Bimbel

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 12:51 WIB
Salah satu lokasi bimbel Nurul FIkri (Ilustrasi) (dok. NF/Ari_Gunawan)
Salah satu lokasi bimbel Nurul FIkri (Ilustrasi) (dok. NF/Ari_Gunawan)

Baca Juga: Katanya, Cewek yang Punya Kumis Napsunya Besar, ups, Benarkah? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu!

Kita melihat fakta di lapangan saja. “Masa depan” yang ditawarkan di bimbel jelas bukanlah sebuah PHP (pemberi harapan palsu). Masa depan tersebut tidak lain karena prospek usaha bimbel itu sendiri.

Bukti bimbel memiliki banyak cabang adalah contoh sederhana bahwa bimbel diminati. Bimbel dibutuhkan masyarakat. Lalu, apakah prospek usaha bimbel itu murni karena bimbelnya, brand bimbelnya? Atau justru kegiatan belajarnya? Ini yang akan dibahas berikutnya.

Belajar sebagai Kebutuhan Primer

Bimbel sebetulnya kebutuhan sekunder atau bahkan tersier di masyarakat, tetapi belajar adalah kebutuhan primer. Inilah yang menjadi kekuatan kehadiran bimbel atau lembaga les yang lain untuk berani hadir di masyarakat. Belajar tidak akan mati. Mau ada UN (Ujian Nasional) atau tidak. Belajar akan terus ada.

Baca Juga: Benjamin List dan David WC MacMillan memenangkan Hadiah Nobel Kimia 2021

Disadari atau tidak, belajar adalah hal yang paling bisa “dijual” oleh bimbel. Karena inilah kekuatan bimbel sesungguhnya.

Metode atau brand nama bimbel nomor sekian. Tapi membantu siswa dalam belajar, membantu siswa mengerjakan PR, membantu siswa menyelesaikan soal-soal sulit, membantu siswa menghadapi ujian, dan lain-lain adalah “kebutuhan” bagi siswa.

Dari sinilah, kekuatan itu bermula. Dari hari ke hari, siswa pun merasa terbantu dan akhirnya suka dengan belajar.

Belajar Tidak Terbatas di Sekolah

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kafarat Jima' di Siang Hari pada Bulan Ramadhan

Jumat, 29 April 2022 | 08:42 WIB

Ramadan dan Penguatan Kohesi Sosial

Jumat, 8 April 2022 | 13:27 WIB
X