• Jumat, 21 Januari 2022

Lelaki Air Mata Ikan

- Rabu, 29 September 2021 | 20:18 WIB
Ilustrasi (pixabay)
Ilustrasi (pixabay)

Sejumlah pedagang di los pasar itu lagi-lagi dibuat heran. Parmin terus memukuli kepala-kepala ikan itu tanpa berhenti. Sudah seratus lebih ikan itu mati dengan kepala pecah penuh darah. Beberapa pembeli tak dihiraukannya, Parmin terus menangkap dan menjagal hingga kolam tersebut airnya berubah merah.

Bahkan, seorang pemuda berseragam abu-abu putih yang berada di depannya tak dihiraukan. Pemuda yang tak lain si Bagus, anak satu-satunya itu terdiam melihat ulah ayahnya. Bagus tahu persis apa yang sedang dialami bapaknya. Ibunya telah berselingkuh dengan laki-laki seusianya. Bahkan Bagus tahu persis lelaki yang telah merebut ibu dari ayahnya itu. Lelaki yang lebih muda dari ibunya. Lelaki berseragam penarik restribusi pasar.

Setelah terdiam sejenak, Bagus kemudian bergegas meloncat ke atas motor dan memutar keras-keras gas hingga suaranya meraung-raung, sama kersanya dengan suara gemeretak giginya. Motor Bagus meluncur cepat meuju sebuah kantor yang berada di sudut pasar.

***

Di los pasar ikan, mata Parmin tertuju pada ikan lele muda yang berada di sampingnya. Tangan kekar lelaki itu langsung mencengkramnya. Kepala ikan itu dipukul dan ditandaskan di talenan yang sejak tadi tidak dipakainya. Kepala ikan itu pecah. Darahnya kembali muncrat mengenai mata Parmin. Parmin tak perduli, meski didengarnya suara ikan lele muda itu menjerit kesakitan. Ikan ini berkali-kali memohon kepada Parmin agar tak membunuhnya, namun suara itu tak digubris lelaki yang seperti tengah kesetanan tersebut.

Parmin tetap seperti tak mendengar suara apapun. “ Modar... ko...modar,” geram Parmin sembari memukuli kepala ikan hingga darahnya muncrat ke mukanya

Lelaki ini matanya berubah merah. Ikan yang tergelepar itu kemudian dibanting berkali-kali hingga tubuh ikan terlempar ke aspal di jalan raya. Parmin memburu ikan lele muda yang sudah tak berdaya itu. Mencengkram dan kemudian memukulnya dengan batu yang ditandaskan ke aspal. Bersamaan dengan itu  tubuh Parmin terlempar. Sebuah truk menabrak bokongnya. Parmin sempat melihat kepala ikan muda itu berdarah darah.

Dua orang perawat terburu-buru mendorong kereta ranjang yang membawa Parmin ke ruang IGD. Berkali-kali pria yang baru saja melampiaskan kekesalannya itu mengusap mata. Parmin melihat dua ranjang di sebelahnya yang berisi dua mayat . Pakaian kedua mayat ini seperti bekas sayatan benda tajam. Mungkin keduanya usai berkelahi. Dilihatnya dengan jelas seorang lelaki berseragam pegawai pasar dan pemuda berseragam abu abu putih. Kepala keduanya berlumuran darah. Parmin menjerit memanggil nama anaknya. Tak terasa air matanya mengucur deras dan kali ini berlendir serta terasa sangat asin ***

Nanang Anna Noor, tinggal di Samudra Kulon, Kecamatan Gumelar, Banyumas, Jateng. Selain menulis cerpen, adalah penyair Indonesia dan wartawan. Puisi dan cerpennya tersebar di media cetak dan Antalogi. Cerpen Lelaki Air Mata Ikan ini salah satunya ynag ada dalam Antalogi Kembang Glepang

Email nanangivm@gmail.com telp 081391159666

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Cerpen

Tags

Terkini

Cerpen Ramli Lahaping: Segitiga Pembunuhan

Jumat, 21 Januari 2022 | 12:34 WIB

CERITA ANAK: Kerang untuk Damar

Minggu, 9 Januari 2022 | 16:11 WIB

CERPEN: Dekap Hangat yang Selamanya

Sabtu, 1 Januari 2022 | 11:43 WIB

Tiga Puisi Karya ALfi Irsyad Ibrahim

Jumat, 24 Desember 2021 | 18:52 WIB

Cerbung: Kabut Pembatas Dua Hati

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:29 WIB

Cerbung Kabut Pembatas Dua Dunia

Jumat, 17 Desember 2021 | 20:05 WIB

Cerbung: Tanda Cinta di Wajah Pias

Rabu, 15 Desember 2021 | 18:28 WIB

Cerbung: Wajah Pias dalam Pelukan

Selasa, 14 Desember 2021 | 21:26 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Hati Venerose

Kamis, 9 Desember 2021 | 18:06 WIB

Cerbung: Tirai Hitam di Antara Dua Hati

Kamis, 9 Desember 2021 | 17:40 WIB

Puisi untuk Sahabat

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:52 WIB

Puisi: Aku Adalah

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:32 WIB

Puisi: Jeritan Malam

Minggu, 5 Desember 2021 | 22:31 WIB

Cerbung Samudra Ingin Kembali

Minggu, 5 Desember 2021 | 16:28 WIB

Cerbung: Samudra di Lautan Malas

Minggu, 5 Desember 2021 | 13:06 WIB

Puisi: Tepian Asmara

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:20 WIB

Cerbung: Cicak Merayap di Dinding

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:08 WIB

Puisi: Pulau Asmara

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:33 WIB

Cerbung: Cicak Jatuh di Halaman

Sabtu, 4 Desember 2021 | 11:19 WIB

Puisi: Biruku

Kamis, 2 Desember 2021 | 18:04 WIB
X