• Senin, 5 Desember 2022

Tragedi Kanjuruhan, Malang Jawa Timur, Presiden Jokowi Beri Santunan Rp50 Juta kepada Setiap Korban Jiwa

- Selasa, 4 Oktober 2022 | 16:59 WIB
Menko Polhukam mengumumkan, Presiden Jokowi memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada setiap korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. (Instagram@mohmahfudmd)
Menko Polhukam mengumumkan, Presiden Jokowi memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada setiap korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. (Instagram@mohmahfudmd)

KLIKANGGARANPresiden Jokowi memberikan santunan sebesar Rp50 juta untuk setiap korban jiwa dalam tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, usai pertandingan sepakbola antara Arema FC dengan Persebaya Surabaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.

Pengumuman pemberian santunan oleh Presiden Jokowi sebesar Rp50 juta rupiah kepada setiap korban jiwa tragedi Kanjuruhan itu dilakukan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukan) Mahfud MD melalui akun Instagram @mohmahfud, Selasa (5/10/2022).

Menko Polhukam menegaskan, hilangnya nyawa setiap orang tidak bisa dinilai dengan uang, berapapun harganya.

Baca Juga: Inilah Luka-Luka yang Dialami Lesti Kejora Akibat Dibanting Suaminya, Rizky Billar di Kamar Mandi

Namun demikian, ujar Mahfud MD, pemberian santunan kepada para korban jiwa tragedi Kanjuruhan itu sebagai tanda belasungkawa, dan empati presiden kepada keluarga korban serta tanda kehaditan negara.

“Untuk ini presiden juga sebagai tanda belasungkawa, meskipun tentu hilangnya nyawa setiap orang itu tidak bisa dinilai dengan uang berapapun harganya. Tetapi presiden berkenan untuk memberikan santuan kepada setiap korban jiwa itu sebesar Rp50 juta,” jelas Menko Polhukam.

Baca Juga: Inilah Alasan Film Sri Asih Batal Rilis 6 Oktober, Sutradara Singgung Soal Pengkhianatan!!

Lebih lanjut Mahfud MD kembali menyampaikan salam dari Presiden Jokowi, mudah-mudahan pemberian santunan itu dilihat sebagai tanda empati dan kehadiran negara, dan tidak dilihat dari jumlahnya.

“Saya ingin menyampaikan salam kembali dari Bapak Presiden Republik Indonesia, mudah-mudahan nanti apa yang disampaikan sebagai santunan oleh Bapak Presiden, mudah-mudahan itu dilihat sebagai tanda empati dan kehadiran negara. Tidak dilihat jumlahnya, tetapi empati kepala negara dan kehadiran negara, “ujar Mahfud MD lebih lanjut.

Halaman:

Editor: Muslikhin

Sumber: Instagram @mohmahfudmd

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X