• Minggu, 26 Juni 2022

Hampir Seperempat Umat Manusia Terancam Kelaparan: Para Pemimpin Eropa

- Minggu, 22 Mei 2022 | 05:53 WIB
Gambar hanya ilustrasi (Pixabay/picjumbo_com)
Gambar hanya ilustrasi (Pixabay/picjumbo_com)

KLIKANGGARAN -- Hampir seperempat populasi dunia bisa kekurangan makanan jika perang di Ukraina berlanjut lebih lama, kata Presiden Serbia Aleksandar Vucic dalam pidatonya di Pameran Pertanian Internasional ke-89 di Novi Sad, pada Sabtu, sebagaimana dikutip RT.com.

“Jika sesuatu tidak berubah dalam konflik di Eropa Timur, hampir seperempat dunia akan membutuhkan makanan dalam jumlah dasar, yang akan menciptakan masalah baru,” kata Vucic dalam pidato pembukaan acara selama seminggu di Serbia, yang mempertemukan peserta pameran dari 21 negara.

Namun, pada awal Mei dia menyatakan bahwa Serbia akan terhindar dari kekurangan pangan dan makanan yang dia prediksi akan melanda sebagian besar populasi planet pada musim dingin mendatang, yang dia katakan akan menjadi “yang terberat dalam 70 tahun.”

Baca Juga: Ternyata, AS Berencana Mempertahankan 100.000 Tentara di Eropa Timur

Vucic memuji hubungan dekat Serbia dengan Hongaria, menjelaskan bahwa negara itu telah menjadi mitra dagang terbesar kedua di dalam UE. Presiden Hongaria Viktor Orban, juga hadir pada pidato pembukaan, sependapat, menambahkan bahwa kedua negara memiliki sektor pertanian yang kuat.

Sementara mengakui “inflasi yang melonjak, kenaikan harga, kelaparan dan konflik di Ukraina,” Orban memuji “kabar baik… bahwa, berdasarkan pembicaraan dengan Vucic, saya dapat mengatakan bahwa Hongaria dapat mengandalkan Serbia, Serbia pada Hongaria.”

“Kami akan mengalami musim dingin yang sulit, tetapi Serbia dan Hongaria memiliki cadangan makanan yang penting, kedua negara kami aman dalam hal gas alam,” lanjut pemimpin Hongaria itu, mengkritik “tindakan yang tidak dapat diterima secara ekonomi yang diadopsi di Brussel” terhadap Rusia.

Baca Juga: Siapa Heru yang Viral dan Trending di Twitter karena Mencuri Ayam Tuannya? Inilah Jawabannya

Orban telah berulang kali menggambarkan sanksi UE yang dikenakan pada Rusia sebagai lebih berbahaya bagi Hongaria dan negara-negara Eropa lainnya daripada merusak Moskow. Dia mencatat bahwa, seperti Serbia, “Hungaria tidak menjatuhkan sanksi terhadap Rusia yang setara dengan bom nuklir.” Budapest sejauh ini telah menghalangi upaya UE untuk memberlakukan embargo total pada impor minyak dan gas Rusia.

Halaman:

Editor: Insan Purnama

Sumber: rt.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Minyak Mentah Rusia Lebih Banyak Diimpor Uni Eropa

Minggu, 26 Juni 2022 | 08:40 WIB
X